MADIUN – Dinas Perdagangan memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di masyarakat. Karenanya, keberadaan Dinas Perdagangan juga kudu optimal. Pembinaan pun kembali dilakukan, Senin (8/12). Pembinaan di Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun itu makin spesial karena dihadiri langsung Wali Kota Madiun Dr. Maidi.
Tak hanya soal peningkatan pelayanan, wali kota juga menekankan terkait inovasi, kedisiplinan, serta kesiapan Dinas Perdagangan dalam menjalankan target pengelolaan sampah secara mandiri. Penanganan sampah memang menjadi salah satu isu yang menarik perhatian wali kota. Bahkan, orang nomor satu di Kota Pendekar itu mewajibkan Dinas Perdagangan mengelola sampah yang dihasilkan pasar secara mandiri mulai 2026. Artinya, tanpa bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menyongsong penutupan TPA pada 2027 mendatang dalam rangka mewujudkan Zero Sampah Kota Madiun.
‘’Plastik sudah tidak boleh masuk ke TPA. Sampah plastik harus selesai di tingkat RT karena sudah ada dana pengelolaannya. Dinas Perdagangan juga harus begitu. Terutama sampah pasar,’’ tegas wali kota.
Lebih lanjut, Dr. Maidi menargetkan seluruh pasar di Kota Madiun dapat bergerak menuju Pasar Zero Sampah melalui program pemanfaatan dan pengolahan sampah plastik. Mantan Sekda Kota Madiun itu juga mendorong seluruh pegawai Dinas Perdagangan untuk terus berinovasi. Termasuk menciptakan produk berbahan dasar sampah pasar.
Selain inovasi, Wali Kota Madiun menegaskan bahwa kedisiplinan dan pemahaman tugas pokok dan fungsi harus melekat dalam budaya kerja pegawai. Wali kota meminta jajaran Dinas Perdagangan menjaga kebersihan, ketertiban, serta tidak menunggu perintah dalam melaksanakan tugas.
‘’Tahun 2026 pegawai perdagangan harus punya produk dari sampah pasar. Jangan malas. Optimalkan apa yang dimiliki. Mumpung masih muda, harus inovatif. Tugas yang diberikan harus dijalankan dengan baik. Hak diberikan, tetapi kewajiban harus terlaksana. Jika tertib, pasar akan maju dan ramai dikunjungi masyarakat,’’ ujarnya.
Mantan pendidik itu juga menekankan pentingnya penertiban retribusi secara berkelanjutan. Menurutnya, administrasi yang rapi, pedagang yang tertib, serta masyarakat yang ikut menjaga ketertiban akan mendorong pasar semakin maju dan ramai dikunjungi.
“Ini prestasi luar biasa. Saya tidak lelah mencintai Kota Madiun. Karena itu, saya ingin semua tugas dilakukan dengan baik,” pungkasnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan dapat memperkuat manajemen, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan dampak besar bagi kemajuan serta perkembangan pasar di Kota Madiun.
(dspp/rat/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun