--}}
Bagi saya, Pencak silat merupakan aset terbesar Kota Madiun. Sudah menjadi identitas yang melekat. Madiun Kota Pendekar. Potensi ini harus bisa kita optimalkan.
Saya dan teman-teman Pemkot menggagas pencak silat yang dikemas dengan budaya. Seperti tarian tradisional di berbagai daerah. Bali misalnya. Orang datang ke Bali salah satunya ingin melihat Tari Kecak. Nah, saya ingin pencak silat kita juga seperti itu. Mampu menarik wisatawan.
Hari ini, saya berkeliling untuk bersilaturahmi ke sejumlah padepokan pencak silat. Saya lakukan sembari gowes bersama. Karena keterbatasan waktu, hari ini baru empat perguruan. Yakni, Perisai Diri, Persinas Asad, Tapak Suci, dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM). Minggu depan akan saya lanjutkan ke perguruan yang lain. Pastinya semua perguruan khususnya yang memiliki padepokan di Kota Madiun.
Tentu ini bukan sekedar silaturahmi. Tetapi komunikasi awal tentang rencana Pemkot Madiun terkait potensi pencak silat tadi. Ada banyak yang bisa kita lakukan. Terdekat mungkin akan kita masukkan dalam agenda Hari Jadi kota kita. Konsepnya masih kita bahas. Apakah kirab budaya, pertunjukkan akbar, atau lainnya. Ini masih terus kita komunikasikan. Pencak silat harus terus hidup dan berkembang besar di kota kelahirannya, Kota Pendekar Madiun.
BAGUS PANUNTUN
#kotamadiun #majumendunia #baguspanuntun #pencaksilat #silat
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun