--}}
Menjadi tua adalah keniscayaan. Tapi menjadi tua yang bahagia, itu adalah pilihan dan di Kota Madiun, itu adalah komitmen.
Pemerintah Kota Madiun hadir dengan kasih yang nyata, melalui Pondok Lansia—tempat yang bukan sekadar hunian, tapi rumah penuh cinta bagi mereka yang telah lama ditinggalkan.
Di sini, kebutuhan dasar para lansia terpenuhi sepenuh hati. Sandang, pangan, obat-obatan, hingga perhatian tulus—semuanya diberikan. Contohnya adalah Mbah Marmin dan Nyanirah yang berhasil direlokasi oleh Wali Kota ke Pondok Lansia. Di Pondok Lansia mereka juga diajak berkegiatan mulai dari membersihkan huniannya masing-masing, berkumpul dengan sesama penghuni untuk bersenda gurau, berkebun atau beribadah di masjid raudhatul jannah.
Kehadiran Pondok Lansia di Kota Madiun juga menjadi magnet perhatian bagi kota-kota lain di Indonesia. Ketertarikan datang dari berbagai daerah—mulai dari kunjungan kerja Pemerintah maupun Kunjungan kerja dari Karang Werdha Kota/kabupaten lainnya. Semua datang untuk belajar dan mengadopsi praktik baik yang diterapkan di Kota Madiun.
Pondok Lansia juga menjadi pusat edukasi—menumbuhkan empati sejak dini. Anak-anak usia TK, SD, hingga MTs rutin berkunjung atau sekedar mengadakan kegiatan sederhana. Membangun ikatan layaknya cucu dengan kakek neneknya.
Di Kota Madiun, para lansia tetap berperan aktif melalui pertemuan Karang Werda yang tersebar di setiap kecamatan dan kelurahan. Pemerintah Kota Madiun juga memberi ruang bagi para lansia untuk berkembang melalui kegiatan studi tiru—sebuah kesempatan untuk melihat, belajar, dan mengadopsi ide-ide kreatif yang sederhana namun bermakna.
Sebagai wujud kepedulian, Pemerintah Kota Madiun juga memberikan bantuan sebesar 2 juta rupiah per triwulan bagi para lansia non-potensial, bantuan yang sederhana namun sangat berarti untuk menopang kehidupan sehari-hari.
@kemensosri @ditjen_rehsos @dit.rehsoslansia #kemensosri #gusipul #gusjabo #kemensosselaluada #sayanglansia2025 #ditrehsoslansia
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun