--}}
Sering melintas di depan Stadion Wilis, namun sudahkah kita mengenal lebih dalam sosok yang berdiri gagah ini?
Ia bukan sekadar monumen. Patung Banteng Ketaton adalah simbol perlawanan rakyat Madiun terhadap Agresi Militer Belanda. Namun, ada satu fakta edukatif yang jarang diketahui: mahakarya yang telah berdiri selama 79 tahun ini lahir dari tangan dingin seorang seniman perempuan hebat, Trijoto Abdullah.
Luar biasanya, adik dari sang maestro Basoeki Abdullah ini merampungkan karyanya pada tahun 1947 tepat saat ia tengah mengandung tua. Semangat "Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung" benar-benar tertuang dalam setiap detail kokoh patung ini. 🎨✊
Mari kita lestarikan sejarah, karena dengan mengenal masa lalu, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan.
Yuk, simak video selengkapnya untuk menyelami sejarah Kota kita tercinta! 📹👇
#KotaMadiun #MadiunHits #BingkaiCerita #BantengKetaton #SejarahMadiun
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun