Kejar Target Madiun Bebas TBC 2030, Pemkot Perluas Skrining hingga Tingkat Kelurahan

Kejar Target Madiun Bebas TBC 2030, Pemkot Perluas Skrining hingga Tingkat Kelurahan
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 19 Oct 2026
  • 56 kali dilihat

Kejar Target Madiun Bebas TBC 2030, Pemkot Perluas Skrining hingga Tingkat Kelurahan

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) guna mewujudkan target Madiun Bebas TBC 2030. Hingga 14 Oktober 2026, tercatat baru 825 kasus yang ditemukan dari target 1.312 kasus atau sekitar 63 persen. Guna mengejar sisa target tersebut, Pemkot memperkuat langkah skrining hingga tingkat kelurahan dengan menyasar keluarga dan kontak erat pasien.


Untuk mengejar sisa target tersebut, Pemkot Madiun memperluas jangkauan skrining hingga ke tingkat kelurahan. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa pemeriksaan kini dilakukan dengan sistem jemput bola yang memprioritaskan keluarga serta kontak erat pasien.


Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan skrining TBC di Kelurahan Klegen, Senin (19/10). Langkah tersebut diperkuat dengan kesiapan kelurahan dalam mendukung pemeriksaan. Plt wali kota menjelaskan, Dinas Kesehatan telah menyiapkan jadwal skrining, sementara lurah menyiapkan data keluarga terdekat dari warga yang terjangkit TBC.


“Ya skrining jadwal sudah disiapkan sama Dinkes. Ini nanti akan ada di masing-masing kelurahan untuk skrining. Dan Lurah itu sudah menyiapkan juga sudah punya data dari keluarga terdekat dari yang terkena TBC,” ujarnya.


Tak berhenti di tahun ini, Pemkot Madiun juga mulai merancang keberlanjutan program untuk 2027. Skrining mendatang diproyeksikan memperluas sasaran ke kelompok anak-anak, menyesuaikan pola teknis yang disiapkan Dinas Kesehatan.


“Sambil kita cek anggarannya nanti di tiap kelurahan itu kita punya program selain Gentas skrining atau Gentas temukan nanti untuk keluarga dan anak ini yang nanti akan diprogramkan,” tambahnya.


Melalui langkah proaktif ini, penularan TBC diharapkan bisa ditekan sejak dini. Bagus pun mengimbau masyarakat untuk melapor ke puskesmas jika menemukan gejala awal, serta meminta tidak ada stigma negatif terhadap penderita TBC. (rams/im/diskominfo)