Rakorda PMII Se-Jatim, Dorong Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah

Rakorda PMII Se-Jatim, Dorong Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 15 Oct 2026
  • 58 kali dilihat

Rakorda PMII Se-Jatim, Dorong Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah

MADIUN – Pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan masyarakat. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berperan aktif melalui kritik, saran, dan gagasan konstruktif bagi pemerintah.


Ajakan tersebut disampaikan Plt wali kota saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PMII se-Jawa Timur di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (15/10). Rakorda yang berlangsung hingga 17 Oktober 2026 itu menjadi forum untuk membahas rekalibrasi PMII Jawa Timur, realitas kaderisasi, paradigma gerakan, serta arah strategis organisasi ke depan.


“Alhamdulillah Madiun jadi tuan rumah Rakorda. Dan harapan tadi saya sampaikan mahasiswa-mahasiswa PMII ini bisa menjadi penyeimbang dalam hal memberikan kritik, saran, masukan yang konstruktif kepada Pemerintah Kota,” ujar Plt wali kota.


Menurutnya, masukan mahasiswa menjadi salah satu cara bagi pemerintah untuk menangkap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan kalangan mahasiswa agar berbagai kebutuhan warga dapat tersampaikan.


“Pemerintah Kota membutuhkan hal itu supaya potret yang diinginkan oleh masyarakat melalui teman-teman mahasiswa ini bisa tersampaikan ke pemerintah,” tegasnya.


Plt wali kota juga mendorong kader PMII menyampaikan ide dan gagasan yang disertai solusi atas persoalan daerah. Masukan tersebut dapat disampaikan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah pembangunan.


Melalui Rakorda ini, Pemkot berharap kader PMII se-Jawa Timur tidak hanya memperkuat konsolidasi dan jaringan organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

(Bip/rat/diskominfo)

  • Bagikan: