Dari Potensi Jadi Aksi, Gagasan Karang Taruna Madiun Siap Diubah Jadi Program Nyata

Dari Potensi Jadi Aksi, Gagasan Karang Taruna Madiun Siap Diubah Jadi Program Nyata
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 30 Sep 2026
  • 36 kali dilihat

Dari Potensi Jadi Aksi, Gagasan Karang Taruna Madiun Siap Diubah Jadi Program Nyata

MADIUN – Potensi anak muda Kota Madiun perlu diberi ruang untuk berkembang menjadi gagasan yang dapat diwujudkan dalam program nyata. Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat berdialog bersama Karang Taruna se-Kecamatan Kartoharjo dan perwakilan Bea Cukai. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membahas persoalan rokok ilegal serta mendengarkan secara langsung kemampuan dan gagasan generasi muda.


Dialog Session Generasi Muda dan Gempuran Rokok Ilegal di Trikopi Tawangrejo, Selasa (29/9) malam, berlangsung dalam suasana santai. Pertemuan itu menjadi ruang bagi anak muda untuk bercerita, menunjukkan kemampuan, sekaligus menyampaikan hal-hal yang ingin mereka kembangkan.


Menurut Plt Wali Kota Madiun, pendekatan kepada generasi muda tidak harus selalu dilakukan secara formal. Suasana santai justru membuat anak muda terbuka bercerita dan menyampaikan gagasan.


“Intinya saya ingin tahu potensi anak-anak muda di Kota Madiun yang selama ini mungkin belum terlihat karena belum pernah diajak ngobrol santai. Anak-anak muda itu karakternya jangan dibuat formal, dibuat santai seperti ini,” ujarnya.


Dalam dialog tersebut, Plt wali kota mengaku mulai melihat sejumlah kemampuan dan latar belakang anggota Karang Taruna yang dapat dikembangkan. Menurutnya, potensi itu nantinya akan dilihat sesuai bidang masing-masing, termasuk kemungkinan untuk berkontribusi di lingkungan pemerintahan.


“Sudah mulai muncul potensi dari teman-teman Karang Taruna. Pintar-pintar ternyata. Ini nanti background nya juga akan saya cek, mana yang berpotensi, nanti kita lihat bisa diarahkan ke mana. Potensinya besar,” katanya.


Selain mendengarkan kemampuan anak muda, pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi Karang Taruna untuk menyampaikan gagasan dari wilayah masing-masing. Oleh karena itu, ide-ide tersebut dapat disusun menjadi program dan diajukan melalui kelurahan serta kecamatan sebelum diteruskan kepada pemerintah kota.


Usulan program yang dinilai layak, lanjutnya, dapat memperoleh dukungan anggaran. Namun, pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan pendanaan, melainkan juga pendampingan dari perangkat daerah terkait agar program berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.


“Teman-teman Karang Taruna di kelurahan mengajukan proposal. Proposal diajukan di kelurahan, kecamatan, nanti naik dan disampaikan ke saya. Yang bagus nanti akan kita kasih anggaran. Tapi tidak hanya langsung anggaran, juga melalui pendampingan dari dinas,” jelasnya.


Plt Wali Kota Madiun juga menambahkan, pengembangan program tersebut rencananya dimulai dari 10 kelurahan. Setiap wilayah diberi kesempatan membawa gagasan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.


Di akhir dialog, Plt Wali Kota Madiun mengajak generasi muda untuk tidak ragu menyampaikan mimpi dan gagasannya. Ia menyebut, Karang Taruna dapat menjadi wadah untuk membawa ide tersebut kepada pemerintah agar bisa dikembangkan menjadi kegiatan nyata.


“Pokoknya anak-anak muda, jangan takut bermimpi. Curahkan semua mimpi melalui ide, gagasan, dan lainnya melalui Karang Taruna. Bisa langsung disampaikan ke Pemerintah Kota,” pungkasnya. (bip/im/diskominfo)

Awak Sigap