MADIUN – Penguatan karakter dan kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menghadiri Kompetisi Pertolongan Pertama dan Tandu Darurat yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI di Pahlawan Business Center, Rabu (23/9).
Dalam sambutannya, Plt wali kota menegaskan bahwa kemanusiaan merupakan dasar utama keberadaan PMI. Nilai tersebut, harus tercermin dalam sikap seluruh pengurus dan relawan PMI, sekaligus terus disebarluaskan kepada masyarakat Kota Madiun. Karena itu, kegiatan yang melibatkan pelajar menjadi salah satu upaya untuk memperluas gerakan kemanusiaan hingga ke lingkungan sekolah.
Plt wali kota mengatakan pembinaan PMR dilakukan secara berjenjang, mulai dari PMR mula di tingkat SD, PMR madya di SMP, hingga PMR wira di SMA. Melalui kegiatan tersebut, PMI diharapkan mampu membangkitkan rasa kemanusiaan sekaligus kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekitar.
“ Ya 81 tahun kemarin PMI berkoordinasi dengan pemerintah kota yang harapannya di kegiatan ini bagaimana kita melibatkan semuanya dalam hal ini adalah mulai dari usia anak-anak sekolah melalui PMR. Bagaimana PMI harus bisa membangkitkan rasa kemanusiaan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA. Yang mana ada PMR mula, PMR madya, PMR wira. Ini semuanya harus digerakkan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Kota Madiun tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap sesama perlu menjadi bagian dari pendidikan dan keseharian generasi muda. Kegiatan kompetisi yang digelar PMI diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis pertolongan pertama dan evakuasi, tetapi juga membentuk kepekaan sosial peserta.
“Hari ini Kota Madiun dibangun oleh kita semua. Makanya karakter-karakter kemanusiaan harus dibentuk mulai dari sangat yang paling sangat dahsyat. Jadi, apresiasi saya dari PMI yang mengajak anak-anak sekolah untuk bisa peduli nanti untuk dia di sekolah maupun di lingkungannya. Itu yang harapannya nanti ke depan,” lanjutnya.
Plt wali kota berharap nilai yang diperoleh peserta selama kompetisi dapat diterapkan setelah kegiatan berakhir. Para guru dan sekolah diharapkan ikut memantau perkembangan peserta, sehingga karakter peduli terhadap sesama tidak hanya terlihat saat mengikuti kegiatan PMR, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, Plt Wali Kota mendorong PMI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Madiun dan perangkat daerah dalam menghadirkan inovasi di bidang kemanusiaan. PMI juga diharapkan terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat dan mampu merespons persoalan kemanusiaan yang ada di Kota Madiun.
Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota Madiun menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kompetisi Pertolongan Pertama dan Tandu Darurat. Penghargaan juga diberikan kepada 10 instansi dengan dukungan donor darah terbanyak di Kota Madiun.
Momentum HUT ke-81 PMI tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PMI, Pemerintah Kota Madiun, sekolah, relawan, dan masyarakat dalam membangun kepedulian serta semangat kemanusiaan di Kota Madiun.
(Dspp/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun