Sinergi Pemkot dan TNI Diperkuat, Bazar TNI hingga Tindak Lanjut Pemanfaatan RTM

Sinergi Pemkot dan TNI Diperkuat, Bazar TNI hingga Tindak Lanjut Pemanfaatan RTM
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 22 Sep 2026
  • 35 kali dilihat

Sinergi Pemkot dan TNI Diperkuat, Bazar TNI hingga Tindak Lanjut Pemanfaatan RTM

MADIUN – Penguatan sinergi Pemerintah Kota Madiun dan TNI tidak hanya diwujudkan melalui kolaborasi program, tetapi juga melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menghadiri Bazar TNI dalam rangka HUT ke-81 TNI di PBC Kota Madiun, Selasa (22/9). Hadir pula Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Keduanya berkeliling meninjau langsung stan-stan bazar, termasuk produk UMKM Kota Madiun yang turut dipasarkan dalam kegiatan tersebut.


Bazar yang berlangsung 22–23 September 2026 tersebut melibatkan sekitar 472 UMKM dengan beragam komoditas. Plt Wali Kota mengapresiasi kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut, terlebih karena turut melibatkan UMKM Kota Madiun. Menurutnya, kehadiran produk lokal dalam bazar menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat.


‘’Kami merasa terhormat dan tadi kami lihat bagaimana produk-produk dari UMKM Kota Madiun ini banyak hadir dan bisa dikenal, dibeli oleh masyarakat yang hadir di situ. Itu yang pertama. Yang kedua ini bentuk sinergi terkait tindak lanjut RTM tadi karena dulu saya pernah menghadap dan paparan terkait RTM dan Busbow. Ini tadi Pak Pangdam mengajak untuk kita melihat di RTM,’’ katanya.


Usai meninjau bazar, Plt wali kota bersama Pangdam melanjutkan kunjungan ke Rumah Tahanan Militer (RTM) yang terletak di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo. Peninjauan tersebut menjadi tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya telah disampaikan Pemkot Madiun kepada pihak Kodam V/Brawijaya terkait rencana pemanfaatan RTM dan Busbow sebagai potensi destinasi wisata.


Plt wali kota menyampaikan bahwa Pemkot Madiun saat ini masih menunggu proses administrasi dari pihak Kodam, termasuk terkait kerja sama pemanfaatan (KSO). Setelah tahapan tersebut mendapatkan kejelasan, pembahasan mengenai bentuk pemanfaatan RTM dapat dilanjutkan.


“Didoakan aja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” tuturnya.


Menurutnya, pemanfaatan kawasan tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan konsep yang disepakati bersama. Selain diarahkan sebagai tempat wisata, terdapat peluang untuk mengembangkan fungsi lain seperti kuliner. Jika terdapat investor yang berminat, Pemkot akan menyesuaikannya dengan ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyatakan pihaknya memiliki rencana untuk memanfaatkan RTM sebagai aset Kodam yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, sejumlah tahapan administrasi dan perizinan perlu diselesaikan terlebih dahulu.


“Iya, rencana ke depan insyaallah kita akan manfaatkan ya. Ini salah satu lahan yang menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita bereskan semua administrasinya. Insyaallah kalau sudah beres kita punya wacana untuk manfaatkan dengan pemerintah kota Madiun menjadi salah satu mungkin tempat yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.”


Pangdam menambahkan, kondisi bangunan utama RTM masih kokoh dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Detail konsep pemanfaatan akan dibicarakan bersama Pemkot Madiun, dengan mempertimbangkan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan tersebut.


Dengan sinergi yang terus terjalin, Pemkot Madiun dan TNI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan kegiatan maupun pemanfaatan aset yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Termasuk melalui pengembangan RTM yang tetap mengedepankan kelestarian heritage sekaligus membuka ruang pemanfaatan yang produktif ke depan.

(Dspp/rat/diskominfo)

Awak Sigap