MADIUN – Tradisi Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW kembali digelar di Kota Madiun, Selasa (25/8). Setelah vakum kurang lebih hampir satu dekade, kegiatan tersebut kembali hadir sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian Grebeg Maulid diawali dengan pengumandangan gamelan sekaten dan prosesi kirab Gunungan Jaler serta Gunungan Estri. Kedua gunungan tersebut dikirab dari Masjid Kuno Taman melalui sejumlah rute hingga finis di depan Masjid Agung Baitul Hakim, sebelum kemudian menuju kawasan tengah Alun-Alun Kota Madiun.
Selain kirab, kegiatan juga diisi dengan penyerahan paket sembako dan buceng pisusung kepada perwakilan warga dari setiap kelurahan. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari tradisi yang tidak hanya mengedepankan nilai budaya, tetapi juga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pelaksanaan kembali Grebeg Maulid diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan budaya sebagai tuntunan sekaligus tontonan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat.
Menurutnya, perkembangan budaya lokal menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kebudayaan nasional. Karena itu, generasi muda perlu terus dikenalkan dan diajak mencintai budaya sendiri agar keberadaan tradisi tidak terputus oleh perkembangan zaman.
“Grebeg Maulid ini sudah vakum. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu, termasuk Mbah Slamet dan para tokoh agama yang mengingatkan saya ketika bertemu di Balai Kota untuk kembali mengadakan Grebeg Maulid. Alhamdulillah, tahun ini bisa kita selenggarakan kembali,” ujar Plt Wali Kota F Bagus Panuntun.
Ke depan, Pemerintah Kota Madiun akan melakukan koordinasi dan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan Grebeg Maulid. Bagus berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon budaya Kota Madiun.
“Harapannya, ke depan Grebeg Maulid ini bisa menjadi ikon budaya yang mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Madiun,” pungkasnya.
(Ws hendro/rams/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun