MADIUN – Program Pilah dari Rumah terus menjadi perhatian Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Progres demi progresnya pun terus dievaluasi. Seperti yang terlihat saat rapat dinas rutin di Ruang 13, Senin (24/8). Plt wali kota kembali menanyakan progres program tersebut kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.
‘’Tadi laporan dari teman-teman OPD, bahwa anggarannya sudah siap. Kapanpun mau dicairkan sudah siap. Tinggal kita samakan teknisnya apakah mau dicairkan serentak atau per kelurahan,’’ kata Plt wali kota.
Plt wali kota pun menginstruksikan untuk segera ditindaklanjuti. Bahkan, menargetkan anggaran mulai dicairkan ke tiap RT akhir bulan ini. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan anggaran Rp 10 juta per RT untuk program Pilah dari Rumah tersebut. Nantinya, anggaran digunakan tiap RT untuk mengelola sampah di lingkungan masing-masing. Baik sampah organik maupun anorganik.
‘’Saya minta segera, karena masyarakat sudah menunggu. Kalau bisa 31 Agustus nanti sudah mulai dicairkan,’’ tegasnya.
Rapat dinas juga membahas berbagai program prioritas yang lain. Seperti pembangunan lanjutan Kampung Jepang, pengembangan wisata dengan pihak Perhutani Forestry Institute, hingga serapan belanja. Kampung Jepang memang dikembangkan untuk edukasi agrikultur. Tak heran, di sana mulai dilakukan penanaman aneka pohon. Khususnya pohon berbuah.
Sementara terkait kerja sama wisata, Plt wali kota juga meminta untuk segera ditindaklanjuti. Pasalnya, sudah ada lampu hijau dari pihak Perhutani Forestry Institute. Plt wali kota memang sudah bertemu dengan pihak Perhutani terkait rencana kerja sama wisata tersebut. Sedang, terkait serapan anggaran hingga Agustus ini tercatat sudah di angka 43,3 persen. Plt wali kota juga menginstruksikan untuk segera dipercepat agar serapan juga sesuai target.
‘’Saya harap serapan segera digenjot. Kalau ada kendala langsung saja dikoordinasikan jangan hanya diam,’’ terangnya. (rams/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun