Terima Studi Tiru Pemkot Pekalongan, Plt Wali Kota Madiun: Kita Juga Ingin Belajar Tentang Batik ke Pekalongan

Terima Studi Tiru Pemkot Pekalongan, Plt Wali Kota Madiun: Kita Juga Ingin Belajar Tentang Batik ke Pekalongan
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 13 Aug 2026
  • 30 kali dilihat

Terima Studi Tiru Pemkot Pekalongan, Plt Wali Kota Madiun: Kita Juga Ingin Belajar Tentang Batik ke Pekalongan

MADIUN – Kota Madiun kembali menjadi jujukan belajar daerah lain. Kali ini ada dari Kota Pekalongan yang jauh-jauh datang untuk studi tiru. Rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab tersebut disambut Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Balai Kota Madiun, Rabu (12/8) malam. Pemkot Pekalongan ingin menggali lebih dalam terkait tata kelola informasi di Kota Madiun dalam kunjungan kali ini.


Plt wali kota pun menyambut senang kedatangan rombongan dari Pemkot Pekalongan. Meski jauh di Jawa Tengah sisi utara, Kota Pekalongan dan Kota Madiun sejatinya memiliki sejumlah kemiripan. Mulai dari besaran APBD, luasan wilayah, jumlah kelurahan, dan jumlah penduduk. Tak ayal, Plt wali kota menyebut pastinya banyak yang bisa ditiru dari Kota Pekalongan. 


‘’Sebelum dari Pekalongan mau ke sini, saya sebenarnya yang mau ke sana. Seperti diketahui, Pekalongan dikenal dengan batiknya, kebetulan kami kemarin baru saja menggelar event Madiun Batik Heritage,’’ kata Plt wali kota.


Karenanya, Plt wali kota mengaku akan berkunjung ke Kota Pekalongan suatu saat nanti. Bukan belajar membatik, namun belajar bagaimana mengemas batik hingga menjadi satu brand yang mendunia. Plt wali kota mengaku ingin menggali lebih jauh lagi terkait batik ke depan. Pasalnya, Kota Madiun juga memiliki potensi batik yang luar biasa. Namun, tentu butuh penanganan yang lebih mendalam seperti di Kota Pekalongan.


‘’Karena kemiripan ini Pemkot Madiun juga ingin menggali lebih jauh lagi, bagaimana Kota Pekalongan bisa mendunia melalui batik,’’ ungkapnya. 


Terkait kunjungan ke Kota Madiun, Plt wali kota membuka pintu lebar-lebar untuk berbagi. Plt wali kota menyilahkan untuk menanyakan apa saja terkait materi studi tiru. Di Kota Madiun, tata kelola informasi memang mendapatkan perhatian tersendiri. Tata kelola informasi ini selalu ditingkatkan untuk memaksimalkan pelayanan. Seperti diketahui, informasi memegang peran penting dalam era digitalisasi seperti sekarang ini. 


‘’Untuk pengaduan kita punya layanan Awak Sigap namanya. Di sini saya juga ikut memantau. Jadi misalnya ada laporan mati lampu karena urusan teknis, saya pantau berapa lama dari laporan masuk sampai selesai ditangani,’’ jelasnya.


Selain itu, Pemkot Madiun juga tengah membangun executive command center di ruang 1. Di sini nantinya semua pengaduan hingga pantuan CCTV berada jadi satu layanan. Plt wali kota juga dapat mengakses langsung sehingga bisa memantau secara riil time. Keberadaan executive command center ini akan dikolaborasikan dengan Madiun Super App, sebuah aplikasi berbasis AI untuk menaungi semua pelayanan masyarakat. 


‘’Sebelum ini kita sudah banyak memiliki aplikasi-aplikasi, ini saya nilai kurang efektif, karena tidak mungkin masyarakat meng-install semua aplikasinya. Makanya kami sederhanakan dalam Madiun Super App ini. Termasuk juga dasbord-nya, yakni Madiun Operating System,’’ terangnya. (bip/agi/diskomnfo)

Awak Sigap