MADIUN – Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya mitigasi bencana dengan menggelar sosialisasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Lapangan Kanigoro, Kamis (6/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari kebakaran lahan, kekeringan, banjir, hingga penanganan kondisi darurat. Sosialisasi ini akan dilaksanakan secara bertahap dan menyasar masyarakat di tiga kecamatan se-Kota Madiun.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko bencana. Karena itu, sosialisasi kebencanaan akan terus menjadi agenda rutin yang dilaksanakan BPBD Kota Madiun.
"Bencana itu tidak pernah kita rencanakan. Karena itu masyarakat harus terus diingatkan bagaimana menghadapi berbagai potensi bencana. Sosialisasi seperti ini penting dan harus rutin dilakukan agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat," ujarnya.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai penanggulangan bencana hidrometeorologi secara menyeluruh. Materi yang diberikan meliputi tahapan penanggulangan bencana mulai dari pra bencana, saat bencana, hingga pascabencana. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penanganan kebakaran, antisipasi kekeringan dan banjir, teknik animal rescue, serta pertolongan pertama sebagai bekal menghadapi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Sejalan dengan meningkatnya suhu udara pada musim kemarau, Plt wali kota mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan persawahan, kebun, maupun lahan bervegetasi kering. Meningkatnya kejadian kebakaran lahan selama Juli lalu menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Sementara itu, Pemkot Madiun memastikan personel BPBD, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran tetap bersiaga untuk memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.
"Yang paling penting masyarakat harus berhati-hati. Kebakaran tidak akan terjadi kalau tidak ada sumber apinya. Jadi yang harus kita ingatkan adalah masyarakatnya, agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau seperti sekarang," pungkasnya. (dspp/im/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun