Kurangi Timbulan Sampah Organik, Plt Wali Kota Madiun Jajaki Inovasi Berbasis Maggot

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 05 Aug 2026

Kurangi Timbulan Sampah Organik, Plt Wali Kota Madiun Jajaki Inovasi Berbasis Maggot

MADIUN – Komitmen mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan terus diperkuat Pemerintah Kota Madiun. Dalam Zoom Meeting yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Rabu (5/8), Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menerima paparan dari RADAR+ mengenai konsep pengolahan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah dari sumbernya.

Konsep yang dipaparkan mengedepankan pengolahan limbah organik rumah tangga di tingkat lingkungan dengan memanfaatkan larva BSF untuk mengurai sisa makanan dan sayuran. Selain mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), metode ini juga menghasilkan pupuk organik serta maggot yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak maupun ikan.

Menanggapi paparan tersebut, Plt Wali Kota Madiun menilai persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari lingkungan masyarakat dengan melibatkan partisipasi aktif warga. 

"Kita harus mulai mengubah cara pandang terhadap sampah. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengangkut dan membuang ke TPA, tetapi bagaimana sampah itu bisa diselesaikan dari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Kalau dimulai dari tingkat RT dan RW, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, konsep pengelolaan maggot yang dipadukan dengan ruang publik dan sarana edukasi berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Selain mengurangi timbulan sampah, inovasi tersebut juga dapat memberikan nilai tambah melalui hasil olahan yang bernilai ekonomis.

"Yang kita butuhkan adalah inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika masyarakat ikut terlibat, pengelolaan sampah akan menjadi budaya, bukan sekadar program pemerintah," tambahnya.

Plt wali kota menambahkan, konsep tersebut akan dikaji lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait. Apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan Kota Madiun, inovasi pengelolaan sampah organik berbasis maggot berpeluang diterapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) di lingkungan masyarakat.(bip/im/diskominfo)