MADIUN – Event Padhang Mbranang 2026 resmi berakhir. Event yang berlangsung selama tiga hari itu ditutup Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, Minggu (26/7) malam. Plt wali kota pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam event yang masih rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun itu.
‘’Alhamdulillah, tiga hari ini, Kota Madiun ramai sekali. Banyak event besar, termasuk Padhang Mbranang 2026. Terima kasih kepada seluruh yang terlibat,’’ kata Plt wali kota.
Padhang Mbranang 2026 merupakan event perpaduan seni dan teknologi. Di dalamnya terdapat beragam kegiatan. Seperti kompetisi video mapping tingkat Asia Tenggara, digital art experience, workshop, musik, dan lain sebagainya. Hadirnya kegiatan terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan. Plt wali kota menyebut dalam tiga hari gelaran pengunjung di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) diperkirakan lebih dari sepuluh ribu orang.
‘’Sekarang belum bisa menghitung. Tetapi melihat kemarin di stadion lebih dari sepuluh ribu, di Alun-alun event MMA juga sekitar sepuluh ribu, di sini (PSC) pastinya lebih dari sepuluh ribu. Karena dari bus saja, selama tiga hari ini ada 120 bus. Belum kendaraan lainnya,’’ jelasnya.
Antusiasme masyarakat memang tinggi. Hal itu terlihat antrean panjang masyarakat yang ingin melihat digital art experience di koridor PSC. Penyelenggara pun membagi pengunjung dengan sistem buka tutup. Hal itu agar pengunjung tidak berjubel di lorong bawah wisata Sumber Umis sisi timur tersebut. Di dalamnya memang tersaji berbagai pengalaman seni digital yang seru. Seperti bentuk ruang dalam tiga dimensi melalui kipas hologram 3D, permainan sensor cahaya, hingga musik DJ, dan lain sebagainya.
‘’Tentunya akan kita evaluasi untuk penyempurnaan. Ini event pertama kali dan langsung kita geber untuk tingkat Asia Tenggara,’’ ungkapnya.
Ke depan, Plt wali kota menyebut akan menghadirkan kembali event serupa. Namun, tentu dengan konsep yang berbeda. Plt wali kota juga berharap masyarakat Kota Madiun tidak hanya menjadi penonton. Namun juga turut berkarya.
‘’Tahun ini peserta banyak dari luar daerah. Hanya satu dari Kota Madiun, dari SMAN 1 Madiun. Ke depan saya ingin masyarakat kita tidak hanya melihat, tetapi juga ikut berkarya,’’ pungkasnya.
Dalam penutupan juga diumumkan pemenang kompetisi video mapping. Juara ketiga dimenangkan tim Acobean dari Universitas Terbuka dengan judul Pleiades Asmaranda dan meraih skor 79. Di posisi kedua ada Ngrembaka karya tim Tebi dari Universitas Telkom dan Binus dengan skor 81. Sementara juara pertama diraih tim Kilas dari Universitas Negeri Malang dengan karya Wekasan yang meraih skor 84. (rams/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun