Terima Tim Kawedanan Pemerintah Ageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Plt Wali Kota Perkuat Sinergi Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 26 Jul 2026

Terima Tim Kawedanan Pemerintah Ageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Plt Wali Kota Perkuat Sinergi Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat sinergi dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai fondasi pengembangan sektor pariwisata. Komitmen tersebut ditunjukkan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menerima kunjungan Tim Kawedanan Pemerintah Ageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wijaya Pamungkas di Balai Kota Madiun, Minggu (26/7).


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda napak tilas Tim Kawedanan Pemerintah Ageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Kota Madiun. Usai bersilaturahmi di Balai Kota, rombongan melanjutkan agenda napak tilas dengan berziarah ke Makam Kuncen dan Makam Taman yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Mataram dan perkembangan Kota Madiun.


Dalam pertemuan tersebut, berbagai pembahasan mengemuka, mulai dari keterkaitan sejarah Madiun dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pelestarian dan pemajuan kebudayaan, hingga pengembangan pariwisata berbasis sejarah. Tak hanya itu, Plt wali kota juga memaparkan sejumlah program yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Madiun untuk memperkuat identitas daerah melalui sejarah dan budaya.


"Dari apa yang tadi kami bicarakan, ada poin yang sangat penting bahwa nanti Pemerintah Kota Madiun akan berkomunikasi dengan Keraton Ngayogyakarta untuk mengintegrasikan hubungan antara Yogyakarta dan Kota Madiun. Harapannya hubungan ini dapat menjalin kerja sama, utamanya terkait kebudayaan," ujarnya.


Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kota Madiun saat ini juga tengah mengembangkan wisata religi sebagai salah satu destinasi unggulan. Kawasan Makam Kuncen dan Makam Taman menjadi fokus pengembangan karena menyimpan nilai historis yang kuat, mulai dari jejak Mataram, keberadaan tokoh-tokoh penting, hingga masjid-masjid tua yang menjadi bagian dari sejarah penyebaran Islam di Kota Madiun. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menambah daya tarik wisata berbasis sejarah.


Plt wali kota menambahkan, Kota Madiun ingin belajar dari Yogyakarta dalam mengelola sejarah dan budaya sebagai kekuatan pariwisata. Pembelajaran tersebut diharapkan menjadi inspirasi untuk mengembangkan karakter dan identitas khas Kota Madiun tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah yang dimiliki.


"Jogja saat ini menjadi salah satu magnet wisata di Indonesia. Kami ingin belajar bagaimana histori budayanya dibangun dan bagaimana pengelolaannya, sehingga wisatawan yang datang ke Kota Madiun juga bisa mengetahui cerita tentang Kota Madiun. Terinspirasi dengan Yogyakarta, bukan mengadopsi," katanya.


Melalui sinergi dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pemerintah Kota Madiun berharap penggalian sejarah dan kebudayaan dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Kota Madiun, memperkaya khasanah budaya daerah, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata berbasis warisan budaya.

(Bip/rat/diskominfo)