Gelar Press Conference Padhang Mbranang 2026, Plt Wali Kota Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 24 Jul 2026

Gelar Press Conference Padhang Mbranang 2026, Plt Wali Kota Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun resmi memulai rangkaian Padhang Mbranang 2026 melalui press conference yang digelar di Gedung GCIO, Jumat (24/7). Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya event perdana berskala besar yang memadukan seni visual digital, video mapping, dan teknologi kreatif. Event ini menjadi tonggak baru pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Madiun sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membuka ruang yang luas bagi para kreator untuk berkarya dan berkolaborasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Founder Imajiwa sekaligus inisiator Padhang Mbranang Yedutun Linus Suwarno, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora), jajaran dewan juri, serta insan media. Padhang Mbranang 2026 digelar selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, dengan menampilkan 16 peserta terpilih sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.

Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa Padhang Mbranang merupakan kelanjutan dari berbagai pertunjukan video mapping yang telah beberapa kali digelar di Balai Kota Madiun. Menurutnya, pemerintah kini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga mulai membangun ekosistem ekonomi kreatif digital yang berkelanjutan.

"Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif digital. Karena itu pemerintah menyiapkan infrastrukturnya. Kota Madiun menjadi salah satu daerah yang memiliki proyektor sendiri untuk mendukung pertunjukan video mapping, dan ke depan akan kami tambah lagi agar semakin banyak ruang berkarya bagi komunitas kreatif," ujarnya.

Plt wali kota menambahkan, kehadiran dewan juri dari Indonesia dan Malaysia menjadi langkah awal memperkenalkan Kota Madiun di tingkat nasional hingga internasional. Ia berharap Padhang Mbranang dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat citra Kota Madiun sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi, seni, dan teknologi.

"Hari ini Kota Madiun berani membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku industri kreatif. Kami ingin Madiun dikenal bukan hanya sebagai kota transit, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan karya-karya kreatif dan menjadi rumah bagi para kreator," tegasnya.

Sementara itu, Founder Imajiwa sekaligus inisiator Padhang Mbranang, Yedutun Linus Suwarno, mengatakan festival ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang bagi talenta kreatif untuk belajar, berkolaborasi, dan menampilkan karya. Menurutnya, event ini bukan sekadar pertunjukan seni visual digital, tetapi juga wadah kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pemerintah, dunia pendidikan, pelaku industri kreatif, dan masyarakat.

"Kami melihat banyak talenta luar biasa di Madiun, tetapi belum memiliki wadah. Karena itu Padhang Mbranang hadir sebagai ruang kolaborasi agar para kreator bisa belajar, berkarya, saling terhubung, dan menampilkan hasil kreativitasnya kepada masyarakat," jelasnya.

Padhang Mbranang diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem seni digital yang kuat dan berkelanjutan di Kota Madiun. Dari kolaborasi yang terbangun, diharapkan muncul generasi baru kreator muda yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus mengukuhkan Madiun sebagai salah satu pusat kreativitas digital di Indonesia.  

(Bip/rat/diskominfo)

  • Bagikan: