Dapat Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Rp 7,3 Miliar dari Pemprov Jatim, Kawasan Rusunawa III Bakal Bersolek Tahun Ini

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 19 Jun 2026

Dapat Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Rp 7,3 Miliar dari Pemprov Jatim, Kawasan Rusunawa III Bakal Bersolek Tahun Ini

MADIUN – Kota Madiun mendapatkan program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jatim. Setidaknya, Kota Pendekar mendapatkan program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA JATIM) Tahun 2026 senilai Rp 7,3 miliar. Anggaran pembangunan dari APBD Provinsi Jatim itu akan menyentuh lokasi kumuh di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) III Jalan Hayam Wuruk Kota Madiun.


Rencananya pembangunan pun mulai disosialisasikan Pemprov Jatim melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Kamis (18/6) malam. Sosialisasi kepada warga terdampak itu juga dihadiri Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.


‘’Tentunya terima kasih sekali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dimana programnya tahun ini akan hadir di Kota Madiun,’’ kata Plt wali kota. 


Setidaknya ada sejumlah fokus pembangunan. Yakni, pembangunan jalan paving, lampu jalan lingkungan, dan saluran drainase di kawasan pemukiman padat sekitar Rusunawa III, Ruang Terbuka Publik (RTP) di selatan Rusunawa, serta pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R. 


Pekerjaan jalan paving 3D rencananya mencapai 1.892,2 meter persegi yang tersebar di sepuluh titik. Sementara untuk saluran drainase total panjangnya mencapai 2.219,4 meter persegi. Sedang dalam pembangunan RTP juga akan dibangun tugu mie dan tugu barang bekas. Kawasan tersebut memang dikenal dengan kuliner mie ayamnya. Sementara untuk tugu barang bekas juga ditambahkan karena akan ada pembangunan Pasar Barang Bekas program Pemerintah Kota Madiun.


‘’Dulu di sini dikenal sebagai pusat mie, makanya ikon landmark mie ditambahkan. Kemudian nanti juga ada sirkular market juga (pasar barang bekas). Artinya, program ini akan kita kolaborasikan dengan rencana Pemerintah Kota Madiun khususnya pembangunan pasar barang bekas,’’ ungkapnya. 


Plt wali kota berharap masyarakat turut berpartisipasi dengan mengawal jalannya pembangunan. Selain itu, juga mulai bersiap untuk memanfaatkan potensi besar setelahnya. Plt wali kota optimis kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Madiun ke depannya. Masyarakat harus turut ambil bagian. 


‘’Saya melihat ada peluang besar ke depan. Ada ruang terbuka, pasar barang bekas, di sini juga dekat dengan pusat oleh-oleh. Potensi perputaran ekonomi tinggi sekali. Masyarakat harus bersiap,’’ pungkasnya sembari menyebut pembangunan ditargetkan selesai dalam lima bulan ke depan. (rams/agi/diskominfo)