MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan di Kecamatan Manguharjo. Upaya tersebut menjadi bagian dari program prioritas Pemkot dalam pengembangan ekonomi masyarakat yang disampaikan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat menghadiri kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Manguharjo, Rabu (20/5).
Kegiatan diawali dengan peninjauan bazar hasil Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari masing-masing kelurahan yang menampilkan berbagai hasil pertanian dan produk olahan warga. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim. Acara turut dihadiri pengelola P2L, pengurus bank sampah, TP PKK, kader lingkungan, serta perwakilan kelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Manguharjo.
Sebanyak, 18 kelompok P2L dengan 11 kelompok aktif, termasuk tiga kelompok swadaya masyarakat. Sementara itu, pengelolaan lingkungan diperkuat melalui 159 kelompok bank sampah aktif yang tersebar di tingkat RT, RW, hingga PKK.
Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Madiun menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan ketahanan pangan merupakan program prioritas pemerintah yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi seluruh elemen warga.
“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama masyarakat. Karena kota yang maju bukan hanya bangunannya, tetapi masyarakatnya juga harus mandiri, peduli, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Madiun tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Pemerintah Kota Madiun juga berkomitmen memperkuat bank sampah dan program lingkungan berbasis RT sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus bernilai ekonomi.
Tak hanya itu, Plt Wali Kota meminta agar program P2L tidak hanya berjalan sebagai kegiatan rutin, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga. Produk hasil P2L diharapkan dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing dan pemasaran berkelanjutan.
“Buatlah produk kreatif untuk mendukung ekonomi lokal. Kolaborasi ini harus mampu mendorong kreativitas masyarakat agar terus berkembang,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dalam mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sampah, serta peningkatan ekonomi warga secara berkelanjutan. (rams/im/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun