Dorong UMKM Naik Kelas, Plt Wali Kota Madiun Perkuat Digitalisasi dan Manajemen Keuangan

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 20 May 2026

Dorong UMKM Naik Kelas, Plt Wali Kota Madiun Perkuat Digitalisasi dan Manajemen Keuangan

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong penguatan pelaku usaha mikro agar semakin adaptif di tengah perkembangan ekonomi digital. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Akses dan Manajemen Keuangan bagi pelaku UMKM binaan area Pahlawan Religi Center (PRC) yang digelar di Gedung Dekranasda Kota Madiun, Rabu (20/5).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 22 pelaku UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Madiun. Selain pelatihan manajemen keuangan, peserta juga mendapat pembekalan digitalisasi usaha hingga penggunaan aplikasi kasir online.


Dalam arahannya, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun UMKM yang tertib administrasi, memiliki kualitas usaha, serta mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, UMKM di Kota Madiun harus mulai naik kelas dan tidak hanya fokus pada penjualan semata.


“Sekarang saya ingin bicara kualitas. Pemerintah kota sudah memfasilitasi semuanya. Maka UMKM juga harus berkembang, tertib manajemen keuangan, dan mengikuti dinamika yang ada,” ujarnya.


Plt wali kota menyebut kawasan PRC saat ini telah menjadi salah satu pemicu pertumbuhan wisata di Kota Madiun. Karena itu, pemkot ingin memastikan seluruh UMKM yang berada di kawasan tersebut memiliki standar pelayanan dan kualitas usaha yang baik.


“PRC ini sudah menjadi trigger wisata. Maka semua harus berjalan sesuai target pemerintah kota. UMKM harus punya kualitas, punya standar, dan siap berkembang,” katanya.


Menurutnya, digitalisasi pencatatan keuangan penting dilakukan agar pemerintah dapat memetakan pertumbuhan ekonomi daerah melalui data UMKM yang lebih akurat. 


Tak hanya itu, Plt wali kota juga menekankan pentingnya membangun mental pelaku usaha agar tangguh menghadapi persaingan. Ia meminta para pelaku UMKM fokus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, hingga legalitas usaha, termasuk sertifikasi halal.


“Ke depan, kawasan PRC akan kami arahkan menjadi kawasan halal. Maka sertifikat halal harus segera diurus. Peluang UMKM kita besar, apalagi akses dan fasilitas akan terus kami tambah,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Madiun juga menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis berupa perangkat mesin kasir kepada peserta pelatihan. Bantuan itu diharapkan mendukung digitalisasi transaksi sekaligus mempermudah pencatatan keuangan pelaku usaha.


Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan, menyusun laporan sederhana, serta meningkatkan daya saing usaha.

(rams/rat/diskominfo)