Masa Giling PG Rejo Agung 2026 Dimulai, Plt Wali Kota Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 05 May 2026

Masa Giling PG Rejo Agung 2026 Dimulai, Plt Wali Kota Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata

MADIUN – Masa giling PG Rejo Agung Baru tahun 2026 resmi dimulai, Selasa (5/5). Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun membuka langsung kegiatan tersebut dan menegaskan peran strategis pabrik gula legendaris itu sebagai penggerak ekonomi sekaligus pintu pengembangan pariwisata kota.


Di hadapan jajaran Forkopimda, direksi, serta mitra petani tebu, Plt wali kota menyoroti sejarah panjang PG Rejo Agung yang berdiri sejak 1894, jauh lebih tua dari Kota Madiun. Ia menegaskan bahwa keberadaan pabrik gula ini menjadi bagian penting dalam perjalanan ekonomi daerah dan perkembangan kota.


“Denyut nadi perekonomian Kota Madiun salah satunya dipengaruhi oleh Rejo Agung. Perkembangannya hari ini punya dampak besar, tidak hanya di kota ini, tapi juga secara regional,” ujarnya.


Plt wali kota menambahkan, kawasan Rejo Agung yang berada di pintu masuk kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi heritage dan eduwisata. Pemkot pun menyiapkan penataan kawasan, termasuk pedestrian dan rute kunjungan wisata, sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata.



“Kami sedang menyiapkan desain penataan kawasan ini, termasuk pembangunan pedestrian yang terhubung langsung ke Rejo Agung serta rute kunjungan wisata,” jelasnya.


Selain itu, Plt wali kota menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan serta mengapresiasi inovasi pengelolaan limbah yang dinilai membantu menjaga kualitas lingkungan kota.


Sementara itu, General Manager PG Rejo Agung Baru, Immam Nur Salamet, menyampaikan komitmen peningkatan pelayanan kepada petani dan dukungan terhadap program pemerintah. Pada musim giling 2026, pihaknya menargetkan pengolahan 1 juta ton tebu dengan produksi gula mencapai 75 ribu ton, meningkat dari capaian tahun sebelumnya. Pihaknya juga siap bersinergi dalam pengembangan kawasan heritage dan eduwisata.


Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, industri, dan petani, diharapkan seluruh proses giling berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi petani, masyarakat, dan perekonomian Kota Madiun.

(Dspp/rat/diskominfo)