MADIUN – Universitas PGRI Madiun (Unipma) kembali melaksanakan upacara wisuda, Sabtu (25/4). Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-18 itu setidaknya diikuti sebanyak 728 wisudawan. Upacara wisuda ini semakin menarik lantaran dihadiri Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Dalam kesempatan itu, Plt wali kota turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Ada 700 ratus lebih mahasiswa-mahasiswi yang telah menyelesaikan perkuliahan di jenjang masing-masing. Artinya, ada ratusan calon-calon pemikir baru. Tak heran, Plt wali kota berharap kontribusi dari para profesionalis muda tersebut khususnya untuk Kota Madiun.
‘’Saya senang berhadapan langsung dengan para wisudawan dan wisudawati. Artinya, ini membantu Kota Madiun khususnya dalam capaian IPM (Indek Pembangunan Manusia),’’ kata Plt wali kota.
Plt wali kota menjelaskan IPM di Kota Madiun terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasar data yang di-release Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, IPM Kota Pendekar tercatat mengalami peningkatan dalam tujuh tahun terakhir. Dari 80,88 di 2019 menjadi 85,12 di 2025. Capaian ini, menempatkan IPM Kota Madiun berada di posisi tertinggi ketiga di Jawa Timur. Pun, itu termasuk dalam kategori sangat tinggi.
Seperti diketahui, salah satu indikator pembentuk IPM adalah pengetahuan. Dimensi pengetahuan ini digambarkan dari harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Untuk 2025 ini harapan lama sekolah di Kota Madiun mencapai 14,55 tahun. Sementara untuk rata-rata lama sekolah mencapai 12,12 tahun. Artinya, anak-anak di Kota Madiun memiliki harapan sekolah sampai jenjang perkuliahan dengan rata-rata lama sekolah sampai di tingkat menengah atas.
‘’Agar harapan lama sekolah ini terus naik, harus banyak warga kita yang menjadi sarjana. Pemerintah terus mendorong ini salah satunya dengan program BBM (bantuan beasiswa mahasiswa),’’ ujarnya.
Setidaknya ada 1000 kuota mahasiswa yang saat ini mendapatkan program BBM tersebut. Setiap tahun rata-rata ada 250 mahasiswa yang diwisuda. Pemerintah Kota Madiun lantas membuka kuota untuk tahun berikutnya sesuai dengan yang telah selesai tersebut. Tak hanya itu, Pemkot Madiun juga membuka beasiswa untuk S2 dan S3. Namun, sementara ini masih untuk para aparatur Pemerintah Kota Madiun. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat Kota Madiun.
‘’Kenapa peningkatan SDM dari pendidikan ini penting, karena kemiskinan itu erat dengan pendidikan rendah. Makanya, kita entaskan kemiskinan dengan peningkatan pendidikan masyarakat,’’ pungkasnya. (dspp/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun