MADIUN – Jalannya pemerintahan kudu optimal. Tak heran, evaluasi dilakukan secara berkala. Tujuannya jelas, agar jalannya pembangunan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Evaluasi rutin melalui rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang 13 Sekretariat Daerah (Setda), Senin (23/2). Rapat dipimpin Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun dan diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah hingga camat dan lurah.
Berbagai hal mengemuka dalam pembahasan. Mulai pekerjaan fisik hingga kebijakan dan penataan kawasan tertentu. Pekerjaan fisik memang terus dioptimalkan. Progresnya pun sudah sekitar 20 persen meski baru di awal tahun anggaran. Total terdapat 110 paket pekerjaan tahun ini. Plt wali kota pun terus mendorong agar progres pekerjaan bisa terus dioptimalkan.
‘’Tidak boleh ada yang lelet. Semua harus berjalan sesuai target,’’ kata Plt wali kota.
Masalah kebijakan penataan di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC) juga menjadi atensi tersendiri. Salah satunya terkait perjanjian kerja sama dengan PT INKA. Maklum, gerbong-gerbong di sana merupakan milik PT INKA. Namun belum ada klausul penyerahan ke Pemerintah Kota Madiun. Alhasil, Pemkot Madiun juga tak bisa leluasa untuk mengelola kawasan tersebut.
‘’Saya harap ada kebijakan ulang terkait kawasan Bogowonto dengan PT INKA. Ini penting agar pengelolaan bisa optimal,’’ harapnya.
Plt wali kota juga menyoroti soal wisata kano di Sumber Umis Barat untuk segera ditindaklanjuti. Pun, jika dirasa kurang representatif bisa segera dicarikan alternatif lainnya. Wisata kano memang sempat diujicobakan beberapa waktu yang lalu.
‘’Kalau kano tidak memungkinkan, segera saja diganti perahu. Yang penting wahana bisa segera dijalankan,’’ ungkapnya.
Selain itu, pembahasan soal data kemiskinan, rencana bantuan untuk marbot, urusan parkir, persiapan arus mudik dan balik, dan layanan balik gratis juga mengemuka. Plt wali kota menyebut hal-hal tersebut wajib untuk disegerakan mengingat waktu yang semakin dekat. Seperti diketahui, sepekan pertama Ramadan sudah hampir dilalui.
‘’Lebaran nanti diprediksi ada ribuan wisatawan yang masuk. Kita harus siap. Ini harus kita mulai dari sekarang,’’ pungkasnya. (bip/agi/diskominfo
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun