Launching Wisata Religi Terintegrasi, Plt Wali Kota Harap Dongkrak Ekonomi Kelurahan

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 14 Feb 2026

Launching Wisata Religi Terintegrasi, Plt Wali Kota Harap Dongkrak Ekonomi Kelurahan

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan pengembangan destinasi wisata berbasis religi, budaya, dan sejarah. Komitmen itu ditandai dengan launching wisata religi terintegrasi oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, yang menghubungkan sejumlah titik bersejarah dalam satu rangkaian kunjungan.


Rangkaian wisata dimulai dari kawasan Pahlawan Religi Center (PRC), dilanjutkan menuju Masjid Kuno Kuncen menggunakan bus wisata, kemudian diteruskan ke Masjid Kuno Taman dengan becak.


Bagus mengatakan, sebelum peluncuran dilakukan, pihaknya telah mengecek langsung jalur, armada transportasi, hingga kesiapan objek wisata di lapangan.


“Jalur dan transportasinya sudah kita cek sampai ke dalam. Memang masih ada beberapa perbaikan, tetapi yang jelas pengembangan wisata budaya dan religi ini menjadi prioritas pembangunan 2026. Potensinya besar dan harus segera kita wujudkan,” ujarnya.


Selama ini, lanjutnya, masyarakat lebih mengenal Pahlawan Street Center (PSC) sebagai pusat kunjungan. Ke depan, Pemkot ingin memperluas persebaran destinasi agar wisatawan juga mengenal kekayaan religi dan sejarah yang ada di kelurahan.


“Insya Allah pengembangan wisata religi, budaya, dan sejarah akan kita wujudkan secara bertahap,” tambahnya.


Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman untuk tahap awal dijadikan proyek percontohan wisata terintegrasi. Plt Wali Kota mengaku telah memastikan kesiapan keduanya. Bahkan, penguatan tak hanya dilakukan pada sisi infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia. Melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Pemkot menggelar pembinaan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai tindak lanjut pengembangan wisata terintegrasi.


Menurutnya, Pokdarwis akan berperan memetakan serta mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing. Dengan pola terintegrasi, kunjungan wisata tak lagi terpusat di satu kawasan.


“Harapannya, pariwisata tumbuh merata dan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat kelurahan ikut terangkat,” pungkasnya.

(dspp/kus/diskominfo)