MADIUN – Genderang perang terhadap sampah di Kota Madiun terus diagungkan. Intervensi pun mulai terfokus di masing-masing lokasi. Salah satunya seperti di pasar-pasar tradisional. Sampah tak hanya sekedar dibuang begitu saja. Tetapi dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.
‘’Untuk di Pasar Besar Madiun (PBM) kita ada pengelolaan sampah organik sebagai pakan budidaya maggot. Sedang, di Pasar Sleko kita manfaatkan untuk bahan komposter,’’ kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun Puguh Supardianto, Selasa (10/2).
Penanganan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat itu bukan untuk gaya-gayaan. Namun, berangkat dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Karenanya, sampah sebisa mungkin dikelola agar memberikan manfaat lain. Bukan langsung dibuang TPS maupun TPA begitu saja. Seperti budidaya maggot di PBM.
‘’Pengelolaan melalui budidaya maggot ini berhasil menekan 20-30 persen produksi sampah organik di Pasar Besar Madiun,’’ ujarnya.
Puguh mengaku dari 17 pasar tradisional yang ada di Kota Madiun setidaknya menghasilkan lima sampai enam ton sampah perharinya. Pengelolaan yang baik terbukti bisa mengurangi volume sampah yang terbuang ke TPA. Tidak hanya budidaya maggot, tetapi juga ada yang diolah menjadi pupuk organik melalui metode komposter.
‘’Dari budidaya maggot itu kita juga mendapatkan hasil maggot fresh (basah), Maggot kering, Kasgot (bekas maggot) yang digunakan sebagai bahan Pupuk Organik Padat (POP), dan Lindi (air limbah perasan sayur) sebagai bahan Pupuk Organik Cair (POC),’’ jelasnya.
Maggot yang dihasilkan bukan dijual. Tetapi dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele yang juga ada di kawasan PBM. Artinya, saling berkesinambungan. Sampah sayur dan buah menjadi makanan maggot dan maggot menjadi sumber makanan budidaya lele.
Puguh menyebut sampah di pasar tradisional sudah dilakukan pemilahan sejak dari awal. Tempat-tempat sampah bertuliskan khusus disediakan. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan rumah sampah khusus untuk sampah botol plastik. Sampah-sampah jenis tersebut dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali.
‘’Untuk di Pasar Sleko karena keterbatasan tempat, kita lakukan pengelolaan komposter yang menghasilkan pupuk organik cair dan padat,’’ ungkapnya sembari menyebut pemanfaatan sampah juga akan merambah ke pasar tradisional lainnya. (okts/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun