MADIUN – Wali Kota Madiun Dr. Maidi tampaknya tak ingin berleha-leha mengawali tahun anggaran 2026. Sebaliknya, orang nomor satu di Kota Pendekar itu langsung tancap gas memimpin jalannya pemerintahan. Hal itu terlihat dalam apel kerja perdana di halaman Balai Kota Madiun, Senin (5/1).
Mantan sekda tersebut langsung menekankan komitmen kedisiplinan dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu senada dengan janji ASN sebagai manifestasi integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik yang dibacakan dalam apel. Dalam amanatnya, wali kota memberikan apresiasi atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Namun Dr. Maidi memberikan catatan kritis untuk peningkatan kualitas kerja di tahun anggaran yang baru ini.
‘’Capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras bersama. Namun, tahun 2026 harus jauh lebih baik. Tidak ada ruang bagi ASN yang bekerja biasa-biasa saja. Kita butuh lompatan dan hasil kerja nyata,’’ tegasnya.
Sebagai bentuk ketegasan, Wali Kota Madiun Dr. Maidi akan menerapkan sanksi administratif hingga pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Bukan hanya bagi aparatur yang melanggar aturan. Namun juga bagi aparatur yang tidak memenuhi target program kerja.
‘’Disiplin harus ditegakkan secara adil dan terukur. ASN yang tidak disiplin harus siap menerima konsekuensi. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat,’’ imbuhnya.
Tak hanya kedisiplinan, Dr. Maidi juga menyoroti tentang pentingnya kebersihan lingkungan kerja. Orang nomor satu di Kota Madiun ini mengingatkan kepada seluruh ASN untuk menjaga standarisasi kebersihan di lingkungan masing-masing dan akan dikontrol di setiap harinya.
‘’Dengan lingkungan bersih, kita bisa meningkatkan kinerja dengan baik. Jadi akan saya pantau di setiap daerah dimulai dengan radius satu meter dari kantor,’’ tutupnya.
(bip/im/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun