MADIUN - Program bantuan pupuk resmi disalurkan Wali Kota Madiun Dr. Maidi. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan langsung wali kota kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah Kecamatan Manguharjo, Selasa (28/10). Total, 34 gapoktan Berbadan Hukum Indonesia (BHI) di Kota Madiun menerima bantuan ini.
‘’146 ton bantuan pupuk tahun ini. Petani bagian dari program swasembada pangan yang harus diperhatikan,’’ kata Dr. Maidi usai menyerahkan pupuk subsidi kepada kelompok tani (poktan) di wilayah Kecamatan Manguharjo, Selasa (28/10).
Dr. Maidi menjelaskan, bantuan pupuk ini merupakan program rutin tiap tahun guna menekan ongkos produksi petani. Pun, memenuhi kebutuhan pupuk petani di luar subsidi yang digelontorkan pemerintah pusat. Dengan bantuan ini, dia berharap petani mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar stabilitas pasokan serta harga pangan nasional tetap terjaga.
‘’Bantuan kami salurkan ke semua poktan. Ketika petani kita modali, insya Allah petani akan luar biasa hebat. Hasil panen juga bagus,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan, Pemkot Madiun mengalokasikan anggaran Rp 1,69 miliar APBD 2025 untuk pengadaan program bantuan pupuk jenis NPK ini. Ratusan ton yang diserahkan bagi 34 gapoktan ini bakal dimanfaatkan sekitar 1.325 petani.
‘’Pembagian bantuan pupuk ini disesuaikan dengan lahan pertanian yang digarap petani. Secara teknis sudah diatur,’’ jelas Dr. Maidi.
Dr Maidi berharap bantuan pupuk ini bermanfaat bagi petani serta mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Sehingga, program swasembada pangan Presiden RI Prabowo Subianto dapat tercapai.
‘’Kita juga harus berterima kasih kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto) yang menetapkan harga gabah kering panen (GKP) dari petani minimal Rp 6.500 per kilogram. Insya Allah petani semakin sejahtera,’’ pungkasnya.
(ws hendro/ggi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun