Plt Wali Kota Resmi Kukuhkan Pengurus FKUB dan FPK, Perkuat Toleransi dan Kepedulian Sosial

Plt Wali Kota Resmi Kukuhkan Pengurus FKUB dan FPK, Perkuat Toleransi dan Kepedulian Sosial
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 21 Oct 2026
  • 18 kali dilihat

Plt Wali Kota Resmi Kukuhkan Pengurus FKUB dan FPK, Perkuat Toleransi dan Kepedulian Sosial

MADIUN – Dalam upaya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sekaligus memperkuat kepedulian sosial, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun resmi mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) masa bakti 2026–2031 dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) masa bakti 2026–2028 di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Selasa (20/10). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto.


Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran kedua forum dalam merawat persatuan sekaligus mendorong kepedulian sosial. Plt wali kota berharap amanah yang diemban para pengurus baru tidak berhenti pada pelantikan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


“Mewakili pemerintah kota saya mengucapkan selamat untuk amanah yang baru. Dan tentunya amanah yang baru ini semoga tidak berhenti sampai di sini,” ujarnya.


Plt wali kota menegaskan, toleransi dan rasa saling menghormati perlu terus dijaga agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan secara damai. Menurutnya, kondisi kota yang aman dan nyaman juga menjadi modal penting untuk mendukung aktivitas masyarakat hingga menggerakkan perekonomian daerah.


“Bahwa kita di Kota Madiun ini satu wajib menjaga toleransi. Yang kedua wajib menjaga rasa aman-nyaman. Kalau sudah tercipta, perekonomian akan berjalan sendiri. Orang datang, orang merasa nyaman di Kota Madiun,” tuturnya.


Tidak hanya berperan dalam menjaga kerukunan, FKUB dan FPK juga diharapkan ikut memperkuat kepedulian terhadap persoalan sosial, terutama kemiskinan dan pengangguran. Bagus mendorong kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga zakat agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang belum terakomodasi bantuan pemerintah.


Plt wali kota menekankan, upaya menjaga Kota Madiun tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan bersama dan setiap warga merasa aman, nyaman, serta terlindungi.


“Saya mengajak semuanya mari kita sama-sama turun. Kita gandengan tangan jaga Kota Madiun kota yang kita cintai ini supaya seluruh masyarakat itu merasa aman, merasa nyaman, merasa terlindungi dalam kondisi apapun,” pungkasnya.

(rams/rat/diskomimfo)