MADIUN – Kota Madiun tampaknya juga bakal dikenal melalui dunia perfilman tanah air. Bagaimana tidak, Kota Pendekar bakal menjadi lokasi shooting film garapan Hanung Bramantyo. Ya, sutradara jempolan tanah air itu bahkan sudah meninjau sejumlah lokasi calon tempat pengambilan gambar di Kota Pendekar. Tak hanya itu, Hanung juga berkunjung ke Balai Kota Madiun dan bersilaturahmi dengan Plt Wali Kota Madiun, Senin (31/8).
‘’Ya tentunya ini akan membantu Kota Madiun yang sekarang memang lagi fokus di teman-teman Disbudparpora yakni bagaimana meningkatkan ekonomi kreatif yang salah satu sub sektornya adalah film,’’ kata Plt wali kota.
Tak heran, keinginan Hanung untuk membuat film di Kota Pendekar mendapat dukungan dari Plt wali kota. Pemerintah Kota Madiun tentunya menerima dengan tangan terbuka dan siap membantu apa yang mungkin bisa dilakukan sesuai dengan tupoksinya. Hadirnya Hanung juga diharapkan dapat memotivasi pegiat film dan menggeliatkan perfilman di Kota Pendekar. Seperti diketahui di Kota Madiun juga pernah mengemuka Festival Film Madiun dengan Hanung Bramantyo menjadi salah satu jurinya.
‘’Tentu saja kita sangat welcome dan support. Siapa yang tidak mau didatangi mas Hanung. Selama itu untuk memajukan Kota Madiun, pasti kita support,’’ terangnya.
Pemerintah Kota Madiun siap membuka komunikasi kembali ke depan. Baik secara langsung maupun tak langsung. Khususnya terkait support yang dibutuhkan demi suksesnya pembuatan film tersebut. Seperti terkait perizinan atau komunikasi dengan pihak-pihak terkait yang mungkin butuh bantuan dari pemerintah.
‘’Nanti masih dikomunikasikan lagi dengan teman-teman Disbudparpora. Kita punya rencana nanti cek di lokasi mas Hanung bikin film. Bagaimana nanti konsep dan lainnya tentu perlu kita persiapkan juga,’’ ungkapnya.
Hanung bersama timnya memang sudah meninjau sejumlah lokasi di Kota Madiun. Mulai simpang empat tugu, Rumah Tahanan Militer (RTM), dan Bosbow. Saat tiba di Balai Kota Madiun, Hanung juga menyempatkan berkeliling. Bahkan, hingga di lantai dua dan bagian menara. Hanung mengaku menyukai sejarah. Tak terkecuali bangunan heritage.
‘’Pemerintah Kota Madiun harus bisa menangkap potensi ini, yang nanti harapannya menjadi ruang bagi teman-teman pelaku film untuk bisa kita fasilitasi,’’ ujarnya.
Meski sudah mendapat lampu hijau dari Plt wali kota, Hanung mengaku pembuatan film masih tahun depan. Yakni, di sekitar Juni-Juli. Pembuatan film memang butuh perencanaan dan persiapan jauh-jauh hari. Termasuk rencana filmnya di Kota Madiun nanti.
‘’Sementara dua tempat itu (RTM dan Bosbow), belum meng-eskplore yang lain. Insyalllah (shooting) Juni-Juli tahun depan, kita persiapan dari sekarang,’’ kata suami Zaskia Adya Mecca itu. (bip/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun