Gelar Pelatihan UMKM, Plt Wali Kota Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Gelar Pelatihan UMKM, Plt Wali Kota Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Digitalisasi
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 13 Aug 2026
  • 29 kali dilihat

Gelar Pelatihan UMKM, Plt Wali Kota Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Digitalisasi

MADIUN – Pelaku UMKM di Kota Madiun terus didorong untuk naik kelas, bukan hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga dalam pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kota Madiun melalui pelatihan penguatan kapasitas UMKM di era digital yang digelar di Gedung Dekranasda, Kamis (13/8).


Pelatihan ini merupakan kali kedua yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil (Disnaker KUKM) Kota Madiun yang diikuti 22 UMKM binaan. Kegiatan ini turut dihadiri Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang memberikan arahan sekaligus menyerahkan bantuan berupa printer termal, ring light, dan clip on. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pencatatan transaksi, promosi produk, hingga pembuatan konten digital bagi pelaku UMKM.


Dalam arahannya, Plt wali kota menegaskan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan. Pelaku usaha juga perlu dibekali sistem yang membuat pengelolaan usaha lebih tertata, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus menghasilkan data yang dapat mendukung pemerintah dalam membaca perkembangan ekonomi daerah.


Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan aplikasi Point of Sale (POS) atau sistem pencatatan transaksi digital. Menurutnya, penggunaan POS membuat transaksi tercatat secara jelas dan menghasilkan nota sebagai bukti pembelian, sehingga memberikan kepastian bagi konsumen.


“Yang pertama fungsinya untuk menjaga kepercayaan pembeli. Yang kedua, data ini membantu Pemerintah Kota dalam menghitung pertumbuhan ekonomi, khususnya dari data penjualan,” jelasnya.


Plt wali kota mengatakan, data transaksi yang terkumpul juga dapat membantu Pemkot Madiun memotret perputaran uang di sektor UMKM secara lebih akurat. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi daerah bersama BPS.


Tak hanya untuk kepentingan pemerintah, pencatatan transaksi yang rapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Rekam usaha tersebut dapat menjadi gambaran perkembangan bisnis dan membuka peluang mendapatkan rekomendasi tambahan modal ketika dibutuhkan.


“Kalau data sudah terkumpul dan perputaran uang di masing-masing UMKM bagus, ini punya peluang untuk kita rekomendasikan apabila UMKM membutuhkan penambahan modal,” katanya.


Selain membenahi transaksi, Plt wali kota mendorong pelaku UMKM memperkuat pemasaran melalui media sosial. Pemanfaatan platform digital dinilai penting agar produk UMKM semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.


“Harapannya satu, nanti printer termal dan aplikasi POS itu harus digunakan. Yang kedua, kami juga mendukung para UMKM untuk kreatif memperkenalkan perkembangan sekarang yaitu di sosial media. Makanya kita tambahkan tadi ada perlengkapan untuk live dan lain-lain,” pungkasnya.

(Ws hendro/rat/dsikominfo)

Awak Sigap