MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menerima audiensi jajaran Direktorat Fasilitasi Kemitraan Ditjen Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Kementerian Haji dan Umrah di Balai Kota Madiun, Kamis (30/7).
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Expo UMKM Haji dan Umrah se-Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga September 2026 di Kota Madiun. Kegiatan ini diperkirakan akan diikuti sekitar 300 hingga 400 tenant UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur. Acara juga akan dirangkaikan dengan Manasik Haji Akbar yang diproyeksikan diikuti sekitar 5.000 calon jamaah.
Kota Madiun pun dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan merupakan provinsi dengan jumlah jamaah haji terbesar di Indonesia.
Plt wali kota menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kementerian kepada Kota Madiun sebagai tuan rumah penyelenggaraan Expo UMKM Haji dan Umrah tingkat Jawa Timur. Menurutnya kegiatan tersebut menjadi peluang besar untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkenalkan Kota Madiun kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
"Pemkot tentu sangat mengapresiasi kepercayaan dari Kementerian Haji dan Umrah yang memilih Kota Madiun sebagai lokasi Expo Haji dan Umrah se-Jawa Timur. Ini akan banyak membantu pelaku UMKM, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus membuat lebih banyak orang datang dan mengenal Kota Madiun," kata Plt Wali Kota.
Karena itu, Plt wali kota menegaskan Pemerintah Kota Madiun siap memberikan dukungan terhadap seluruh persiapan penyelenggaraan, mulai dari penyiapan lokasi hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya agar kegiatan dapat berjalan sukses.
"Sebagai tuan rumah, kita harus menyambut tamu dengan sebaik-baiknya. Maka seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal agar kegiatan ini memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta yang datang ke Kota Madiun," tegasnya.
Lebih lanjut, Plt Wali Kota mendorong para pelaku UMKM Kota Madiun mulai meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian. Dengan begitu, produk-produk lokal memiliki peluang lebih besar masuk ke dalam ekosistem digital haji dan umrah melalui platform Hajj Store.
"Teman-teman UMKM harus mulai mengkurasi produknya, menjaga kualitas, dan terus meningkatkan daya saing. Harapannya, semakin banyak produk Kota Madiun yang bisa dipasarkan secara lebih luas melalui ekosistem ekonomi haji dan umrah," pungkasnya.
(Dspp/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun