Menjadi Narasumber Jurnal Nusantara Kompas TV, Plt Wali Kota Madiun Paparkan Inovasi Pasar Sleko sebagai Ruang Ekonomi Kreatif

Menjadi Narasumber Jurnal Nusantara Kompas TV, Plt Wali Kota Madiun Paparkan Inovasi Pasar Sleko sebagai Ruang Ekonomi Kreatif
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 24 Jul 2026
  • 356 kali dilihat

Menjadi Narasumber Jurnal Nusantara Kompas TV, Plt Wali Kota Madiun Paparkan Inovasi Pasar Sleko sebagai Ruang Ekonomi Kreatif

MADIUN – Inovasi Pemerintah Kota Madiun dalam mengembangkan lantai 2 Pasar Sleko sebagai ruang ekonomi kreatif mendapat perhatian media nasional. Hal tersebut  terbukti saat  Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun  menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV di Balai Kota, Jumat (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Plt wali kota menjelaskan bahwa pemanfaatan lantai 2 Pasar Sleko merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Madiun untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi lebih dari sekadar pusat transaksi jual beli. Melalui konsep tersebut, Pasar Sleko dikembangkan sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas seni, hingga pelaku industri digital guna membangun ekosistem usaha yang dinamis dan berkelanjutan.

"Para pelaku ekonomi kreatif di Kota Madiun sangat banyak dan membutuhkan ruang atau space. Kami ingin membangun ekosistem baru khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif lebih dikenal," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Madiun memberikan stimulan berupa pembebasan biaya sewa kios selama enam bulan pertama. Kebijakan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, membangun jejaring kolaborasi, serta memperkuat usahanya tanpa terbebani biaya operasional pada masa awal.

Saat ini, puluhan tenant telah lolos proses seleksi sesuai jumlah kios yang tersedia dan mulai mengisi lantai 2 Pasar Sleko dengan beragam produk kreatif. Mulai dari kedai kopi yang dipadukan dengan ruang literasi, batik, barang antik, karya seni lukis, produk bernuansa industrial, hingga berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.

Untuk mendukung keberlanjutan kawasan tersebut, Pemerintah Kota Madiun menggandeng berbagai OPD, Forum Ekonomi Kreatif, serta komunitas untuk menghadirkan beragam kegiatan secara berkala, seperti pertunjukan seni, musik, pameran, dan aktivitas komunitas. Upaya ini diharapkan menjadikan lantai 2 Pasar Sleko sebagai ruang kreatif yang ramai dikunjungi sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Enam bulan pertama kami memberikan stimulan agar teman-teman bisa membangun ekosistem ini. Prioritas kami bukan sewa kios, tetapi bagaimana pasar menjadi ramai dan ekonomi masyarakat bergerak," tegas Plt Wali Kota Madiun.

Selain pendampingan kepada para pelaku usaha, Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan penataan kawasan Pasar Sleko agar semakin representatif, nyaman, dan tertata. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas Pasar Sleko sebagai pasar kreatif sekaligus destinasi baru yang mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

"Kami berharap Pasar Sleko menjadi salah satu tujuan wisata ekonomi kreatif di Kota Madiun dengan karakter yang berbeda dari pasar-pasar lainnya," pungkasnya. (rams/im/diskominfo)

Awak Sigap