MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat ekosistem literasi sebagai bagian dari pembangunan kota. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Madiun Menulis yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun. Kegiatan yang dihadiri Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, itu menjadi wadah bagi para pegiat literasi untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui karya tulis yang mengangkat identitas, sejarah, dan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan yang digelar di halaman Kids Library Taman Hijau Demangan, Kamis (23/7), diikuti 60 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. Hadir sebagai narasumber, Dr. Muhsin Kalida Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Dr. Ardi Wina Saputra, dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Dalam sambutannya, Plt wali kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Madiun tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur. Menurutnya, setiap ruang dan sudut kota harus memiliki cerita yang mampu menghadirkan pengalaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Saya ingin Madiun tidak hanya menjadi kota yang dikunjungi, tetapi kota yang dialami. Setiap sudut Kota Madiun harus punya cerita, karena kota yang hebat pasti memiliki cerita yang dikenang," tegasnya.
Plt wali kota menjelaskan, keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki Kota Madiun justru menjadi dorongan untuk mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai modal utama pembangunan. Karena itu, berbagai program, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diarahkan bertumpu pada sejarah, budaya, serta kearifan lokal sebagai identitas daerah.
Menurut Plt wali kota, para penulis memiliki peran strategis sebagai penjaga warisan sekaligus penggerak lahirnya narasi yang mampu menghidupkan karakter dan jati diri Kota Madiun.
"Menulis adalah penjaga warisan. Dari tulisan lahir cerita, dari cerita lahir pengalaman, dan dari pengalaman itulah Kota Madiun akan semakin hidup," ujarnya.
Tak hanya itu, Plt wali kota juga mencetuskan target lahirnya 1.000 penulis Kota Madiun. Semakin banyak penulis, semakin banyak pula gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan Madiun Menulis, para peserta didorong untuk mengeksplorasi sejarah, budaya, kawasan heritage, hingga berbagai potensi di setiap sudut Kota Madiun menjadi karya yang inspiratif sekaligus memperkuat identitas daerah.
"Kita bangun dulu identitas lokal kita. Setelah itu baru kita perkenalkan kepada dunia. Saya ingin setiap sudut Kota Madiun memiliki cerita yang bisa dibaca, diceritakan, dan dikenang," pungkasnya.
(Bip/rat/Madiuntoday)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun