MADIUN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi dan pendidikan karakter kepada ratusan peserta didik baru SMP Negeri 2 Madiun, Rabu (16/7). Selain mengajak siswa menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab, Plt wali kota juga mengingatkan pentingnya bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, jajaran Asisten Sekretariat Daerah, serta Kepala SMP Negeri 2 Madiun tersebut, Plt Wali Kota mengajak para peserta didik membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan berani mengakui kesalahan sebagai bentuk kejujuran dan tanggung jawab.
Menurutnya, perilaku koruptif tidak muncul secara tiba-tiba ketika seseorang telah dewasa, melainkan berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele sejak usia sekolah. Oleh karena itu, nilai kejujuran perlu ditanamkan sejak dini sebagai fondasi dalam membentuk pribadi yang berintegritas.
"Korupsi itu berawal dari ketidakjujuran. Kalau anak-anak berani mengakui kesalahan, berarti mereka sedang belajar menjadi pribadi yang jujur," ujarnya.
Selain menanamkan nilai kejujuran, Plt Wali Kota juga mendorong para siswa untuk memiliki cita-cita sejak dini. Menurutnya, cita-cita akan menjadi arah dan motivasi bagi peserta didik untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
"Kalau sejak sekarang mereka sudah punya cita-cita, maka fokus mereka akan mengarah ke sana. Itu yang ingin kita bangun, agar lahir generasi yang berintegritas, berprestasi, dan siap menjadi penerus pembangunan Kota Madiun," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota juga mengingatkan pentingnya bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia menekankan bahwa gawai harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan, bukan justru mengurangi interaksi sosial maupun kebersamaan dengan keluarga.
"HP itu harus kita yang mengendalikan, jangan sampai justru kita yang dikendalikan HP. Gawai harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif," tegasnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kota Madiun terus menggalakkan gerakan pembatasan penggunaan gawai pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Gerakan ini diharapkan menjadi momentum bagi orang tua dan anak untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.
Melalui kegiatan MPLS tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap para peserta didik baru tidak hanya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta bijak memanfaatkan teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
(dspp/im/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun