MADIUN – Perencanaan yang baik menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kota Madiun mulai mempersiapkan penyusunan program dan anggaran tahun 2027 dengan memperkuat kualitas perencanaan di seluruh perangkat daerah. Memasuki penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027, perangkat daerah diminta meninggalkan pola lama dan beralih pada pendekatan yang lebih inovatif, terukur, serta berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Paparan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Graha Krida Praja, Selasa (9/6), yang diikuti staf perencana dari seluruh perangkat daerah serta camat se-Kota Madiun.
Dalam arahannya, Plt wali kota menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027 harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Karena itu, penganggaran tidak lagi sekadar mengacu pada kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, tetapi harus didasarkan pada program yang jelas, terukur, dan mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Hari ini seluruh perencana perangkat daerah dan camat dikumpulkan untuk mempersiapkan penyusunan RKA 2027. Arahnya jelas, harus sesuai prioritas, fokus pada outcome, berdampak bagi masyarakat, serta didukung inovasi dan kreativitas. Karena semua pembangunan bermula dari perencanaan yang baik,” tegasnya.
Menurutnya, setiap program yang dirancang harus memiliki target hasil yang jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, perangkat daerah diminta tidak lagi hanya berorientasi pada output kegiatan, tetapi juga memastikan outcome yang dihasilkan benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
“Sekarang prioritasnya bukan lagi sekadar output, tetapi outcome. Apa manfaat yang diterima masyarakat dan bagaimana program tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan, ekonomi, maupun kualitas pelayanan publik, itu yang harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Selain berorientasi pada hasil, perencanaan pembangunan juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Plt wali kota menilai perubahan teknologi dan dinamika pembangunan berjalan sangat cepat sehingga pola perencanaan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola copy-paste. Perkembangan berjalan sangat cepat. Karena itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas dari teman-teman perencana agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan ke depan,” katanya.
Plt wali kota juga menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar penyusunan program. Data yang akurat dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui rakor tersebut, Plt Wali Kota berharap seluruh perencana di lingkungan Pemkot Madiun dapat menjadi motor penggerak perubahan dengan menghadirkan perencanaan yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis hasil sehingga pembangunan Kota Madiun ke depan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
(Rams/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun