MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Tak sekadar memberi pelatihan, Pemkot menargetkan seluruh peserta dapat segera terserap dunia kerja maupun berwirausaha. Komitmen itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat memberikan pembinaan kepada peserta pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) di Votel Kartika Abadi, Kamis (4/6).
Dalam arahannya, Plt wali kota menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi harus memberikan dampak nyata bagi peserta. Karena itu, program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru.
"Saya berharap nanti 100 persen, 72 peserta ini langsung bisa kerja atau buka usaha sendiri," ujarnya.
Pelatihan berbasis kompetensi ini diikuti 72 peserta yang terbagi dalam empat bidang pelatihan, yakni barber, mixology, pengelasan, dan digital administrator office. Seluruh bidang tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan dunia kerja yang saat ini berkembang di Kota Madiun.
Plt wali kota menyebut pelatihan kali ini menggunakan pola baru yang lebih efektif. Selain jumlah peserta yang lebih terfokus, pemerintah juga akan melakukan pendampingan dan monitoring setelah pelatihan selesai.
"Pelatihan kompetensi dengan pola baru yang dilakukan Disnaker ini saya suka. Kelasnya efektif. Saya melihat dari semangat pesertanya juga berbeda. Sehingga hari ini menjadi tugas kita bersama, tidak hanya dinas, tetapi juga pemerintah kota dan LPK, bagaimana teman-teman yang dilatih ini nanti tiga sampai enam bulan harus minimal sudah bekerja," katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Madiun tidak hanya menggandeng lembaga pelatihan kerja (LPK), tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta yang ingin berwirausaha.
Plt wali kota menambahkan, seluruh peserta akan terus dipantau perkembangannya. Ia bahkan meminta agar laporan perkembangan peserta disampaikan secara berkala agar pemerintah dapat mengetahui kendala yang dihadapi dan memberikan solusi yang dibutuhkan.
"Nanti wajib laporan dan terpantau. Yang kurang bagaimana, kurangnya karena apa, pasti akan kita dorong terus. Harapannya enam bulan ini 72 peserta sudah bekerja atau berwirausaha sendiri," tegasnya.
Ke depan, Pemkot Madiun akan terus mendorong inovasi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Seluruh bidang pelatihan yang dibuka saat ini merupakan sektor yang memang sedang dibutuhkan di Kota Madiun.
"Ini inovasi baru dari Disnaker yang akan terus kita dorong supaya sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Apa yang dibutuhkan di Kota Madiun harus terus digali dan diriset terlebih dahulu. Dari empat bidang ini kebetulan semuanya sedang dibutuhkan," pungkasnya.
(Bip/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun