MADIUN – Suasana pagi di Kota Madiun dimanfaatkan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, untuk berkeliling kota dengan bersepeda, Rabu (22/4). Bersama jajaran Pemkot dan perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), kegiatan tersebut tak sekadar gowes santai, tetapi juga diisi dengan peninjauan langsung sejumlah titik strategis di kota.
Rute dimulai dari kawasan eks Pasar Kembang, berlanjut ke Lapangan Gulun, hingga Pasar Sleko. Sepanjang perjalanan, Plt Wali Kota bersama rombongan beberapa kali berhenti untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus meninjau langsung progres penataan kota.
Salah satunya saat melintas di area trotoar yang tengah dilakukan galian kabel. Di titik tersebut, rombongan berhenti untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus memastikan pengerjaan tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya itu, saat berada di kawasan bantaran, Plt Wali Kota juga menyempatkan diri berdialog dengan juru parkir setempat. Ia mengimbau agar para petugas parkir menjalankan tugas secara jujur dan sesuai aturan yang berlaku, guna menghindari potensi permasalahan di kemudian hari.
“Parkir ini pelayanan ke masyarakat, jadi harus sesuai aturan dan tidak merugikan warga,” pesannya.
Di sisi lain, peninjauan juga difokuskan pada pengembangan kawasan yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata dan ruang publik baru. Kawasan eks Pasar Kembang, misalnya, akan dikembangkan dengan konsep urban dan terintegrasi dengan GOR Wilis, dilengkapi jogging track serta area berkumpul bagi masyarakat.
“Kita cek tempat-tempat yang nanti akan menjadi salah satu tujuan wisata. Saya mengajak teman-teman Disbudparpora karena leading sector-nya ada di mereka,” ujarnya.
Peninjauan berlanjut ke Lapangan Gulun. Di lokasi tersebut, ditemukan sejumlah fasilitas yang perlu pembenahan, termasuk akses masuk yang mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat rencana penataan ulang hingga kemungkinan pembongkaran beberapa bangunan guna menciptakan kawasan yang lebih luas dan tertata.
Sementara itu, di Pasar Sleko, perhatian diarahkan pada pengembangan Sleko Lantai 2 Youth Market. Pemerintah berencana menghidupkan kembali area tersebut sebagai ruang bagi UMKM muda untuk berkembang.
“Khusus UMKM muda yang membutuhkan space bisa berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan,” tambahnya.
Pemkot juga menyiapkan penataan kawasan Pasar Kembang dengan pembagian zona yang lebih rapi. Pedagang kaki lima (PKL) akan ditempatkan di sisi utara, sementara pelaku UMKM disediakan lokasi khusus. Kawasan ini nantinya akan disterilkan dari kendaraan untuk menciptakan ruang publik yang nyaman.
Kebutuhan parkir pun akan dialihkan ke sisi utara atau memanfaatkan area sekitar stadion. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru kawasan kota yang lebih tertata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
(rams/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun