Gelar Rakor HUT ke-108 Kota Madiun, Pemkot Fokuskan Talenta Lokal

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 27 Mar 2026

Gelar Rakor HUT ke-108 Kota Madiun, Pemkot Fokuskan Talenta Lokal

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mulai mematangkan konsep peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 dengan menitikberatkan pada pelibatan masyarakat serta optimalisasi potensi lokal. Hal itu mengemuka dalam rakor antara Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), Jumat (27/3) di Balai Kota Madiun.


Dalam pertemuan tersebut, Disbudparpora memaparkan sejumlah rencana kegiatan yang mencakup tiga bidang utama, yakni kebudayaan, pariwisata, dan olahraga. Seluruh agenda masih dalam tahap pengkajian guna memastikan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


“Hari jadi ke-108 ini Disbudparpora menyiapkan beberapa tema kegiatan yang nantinya akan dikaji. Poin-poin pentingnya mencakup bidang kebudayaan, pariwisata, dan olahraga. Semuanya sudah menyiapkan agenda,” ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.


Plt wali kota menegaskan, peringatan tahun ini tidak berfokus pada menghadirkan artis atau talenta dari luar daerah. Sebaliknya, Pemkot ingin memberikan ruang lebih luas bagi talenta lokal untuk tampil dan berkembang.


“Salah satu agenda terpenting adalah bagaimana pemerintah kota ini menggerakkan seluruh masyarakat Kota Madiun. Kita tidak akan ada kegiatan yang mendatangkan talent dari luar dulu. Kita ingin talent-talent dari Madiun ruangnya diperluas,” tegasnya.


Meski demikian, Pemkot tetap membuka peluang bagi masyarakat luar daerah untuk berpartisipasi, baik sebagai penonton maupun peserta dalam berbagai kegiatan yang digelar.


Selain itu, sejumlah konsep baru akan dihadirkan dalam HUT ke-108, salah satunya kompetisi video mapping di sektor pariwisata. Event kolaborasi pencak silat juga disiapkan sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Menurutnya, konsep tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal ragam seni bela diri di Indonesia.


“Kemudian kami akan mengajak pencak silat di Kota Madiun untuk bersama-sama dalam satu event. Di bidang olahraga, saya berharap pencak silat, tinju, hingga MMA bisa terlibat dan tampil di ruang terbuka seperti alun-alun, bukan di dalam GOR,” jelasnya.


Dengan tema besar Transformasi Kota Madiun, peringatan tahun ini diharapkan mampu menonjolkan potensi lokal yang selama ini berkembang di tingkat kelurahan.


“Kita ingin membangun cerita tentang Kota Madiun. Transformasinya nanti mengarah ke sana, sehingga temanya adalah Transformasi Kota Madiun,” tandasnya.


Melalui konsep tersebut, Pemkot Madiun berharap peringatan Hari Jadi ke-108 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi, kreativitas, dan partisipasi aktif masyarakat secara luas. (Bip/rat/diskominfo)