MADIUN – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, memimpin sarasehan budaya yang diikuti ratusan pelaku seni dan budaya di Kota Madiun, Jumat (132). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 230 peserta dari berbagai unsur, mulai dari DKKM, MLKI, Pakem, penghayat kepercayaan, komunitas budaya, seniman, hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Sarasehan ini menjadi yang pertama digelar pada 2026 dengan mengumpulkan seluruh pelaku seni budaya dalam satu forum bersama. Kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat dasar pengembangan seni dan budaya di Kota Madiun.
Dalam arahannya, F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan merata.
Menurutnya, para pelaku seni budaya diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mengisi dan menghidupkan seluruh wilayah kelurahan di Kota Madiun melalui berbagai kegiatan kreatif dan produktif. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Ke depan, pengembangan akan diperluas hingga tingkat kelurahan. Karena itu, seni dan budaya harus kita siapkan sejak sekarang agar mampu menjadi penguat transformasi pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan pondasi seni budaya menjadi kunci dalam menciptakan identitas daerah yang kokoh sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Melalui sarasehan ini, Pemkot Madiun berharap terbangun sinergi yang lebih solid antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di bidang seni dan budaya. Dengan demikian, transformasi pembangunan yang direncanakan dapat berjalan selaras dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal.
(Dspp/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun