MADIUN – Komitmen Kota Madiun dalam pengelolaan lingkungan hidup kembali mendapat pengakuan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat bersama delapan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat jauh-jauh datang untuk belajar. Rombongan melakukan kunjungan kerja dan kaji terap Program Kampung Iklim (Proklim) di Kota Madiun, Kamis (12/2).
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sinergi dan kolaborasi lintas daerah melalui adopsi, tiru, dan modifikasi. Dalam hal ini tentu terkait pengelolaan lingkungan hidup secara terintegrasi. Mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Kepala DLHK Provinsi Kalimantan Barat Adi Yani mengatakan kunjungan ini diikuti perwakilan tujuh kabupaten dan satu kota. Selain itu turut juga pelaku Proklim yang telah meraih sertifikat Proklim Utama.
“Kami ingin mereka meningkat lagi menjadi Lestari. Karena itu kami arahkan belajar ke Kota Madiun yang diapresiasi langsung oleh Pak Menteri sebagai lokasi pembelajaran,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa keberhasilan Proklim tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Menurutnya, kuatnya budaya gotong royong di Kota Madiun menjadi modal penting yang akan dibawa dan diterapkan di Kalimantan Barat.
“Yang paling penting adalah bagaimana mengajak masyarakat peduli lingkungan dan menjadi pegiat lingkungan. Ternyata ini tidak mudah. Melalui Proklim, budaya gotong royong dimunculkan kembali. Inilah roh masyarakat Indonesia yang harus terus dihidupkan,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya berharap silaturahmi dan kolaborasi dengan DLH Kota Madiun terus terjalin. Dia menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar membawa dokumentasi. Tetapi membawa pesan dan pembelajaran untuk diterapkan di daerah masing-masing.
“Kami ingin terus menggali ilmu dari para pegiat lingkungan di Madiun. Kota Pendekar ini ternyata juga melahirkan pendekar-pendekar lingkungan. Kami akan membawa semangat ini dan menciptakan pendekar-pendekar lingkungan di Kalimantan Barat serta meningkat statusnya menjadi pelopor. Apa yang kami pelajari di sini akan kami terapkan,” ungkapnya.
Sub Koordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Annita Yuli Mayasari menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi media pembelajaran efektif untuk meningkatkan kapasitas daerah.
“Total ada 36 orang dari Provinsi Kalimantan Barat beserta delapan kabupaten/kota. Selama dua hari di Madiun, mereka melakukan studi kaji terap di empat lokasi dengan karakteristik berbeda,” jelasnya.
Empat lokasi tersebut yakni RW 11 Kelurahan Taman, RW 6 Kelurahan Manisrejo, RW 14 Kelurahan Nambangan Lor (Kampung Ecobrick), dan RW 7 Kelurahan Manguharjo.
RW 11 Kelurahan Taman unggul dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan pengelolaan sampah. Sementara RW 6 Kelurahan Manisrejo menonjol pada P2L, tata kelola lingkungan yang tertata, serta inovasi pengelolaan sampah.
“Salah satunya pengelolaan sampah menjadi BBM, pembuatan alat pencacah plastik dan daun secara mandiri. Di RW 6 juga ekonomi sirkularnya lebih aktif karena adanya perputaran ekonomi melalui pembelian sayur hidroponik. Dan sekarang ini di RW 14 Kelurahan Nambangan Lor, mempelajari inovasi Ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik non-daur ulang,” terangnya. (Bip/rat/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun