Hadiri Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, Plt Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen pelaksanaan Program MBG demi Generasi Emas 2045

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 09 Feb 2026

Hadiri Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, Plt Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen pelaksanaan Program MBG demi Generasi Emas 2045

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas nasional. Hal tersebut disampaikan Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (92), di Ballroom Hotel Mercure Madiun.


Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, Wakil Bupati Madiun, Wakil Bupati Magetan, Wakil Bupati Ngawi, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Ketua Satgas MBG Kabupaten Ngawi dan Magetan, serta jajaran Forkopimda.


Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.


“Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi perhatian serius kami karena merupakan prioritas Presiden. Ini bukan hanya soal makan, tetapi investasi masa depan bangsa. Program ini harus berkelanjutan, karena jika terhenti, dampaknya langsung dirasakan oleh peserta didik dan penerima manfaat,” tegasnya.


Plt Wali Kota juga melaporkan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Madiun telah berjalan sesuai dengan Keputusan Wali Kota tentang pembentukan Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, terdapat 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan 13 SPPG dalam proses menuju operasional, menunggu persetujuan Badan Gizi Nasional.


Ia menambahkan, Pemerintah Kota Madiun diberikan kewenangan untuk ikut membantu pengawasan dan pengaturan pelaksanaan program. Oleh karena itu, koordinasi dengan kepala SPPG akan terus dilakukan, termasuk dalam penyempurnaan keterlibatan pelaku UMKM di sekitar SPPG.


 “Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional terus berjalan dengan baik hingga ke tingkat bawah. Program ini selain bermanfaat bagi penerima, juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM,” imbuhnya.


Sementara itu, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa Program MBG mendapat respons positif dari masyarakat.


“Program ini luar biasa menarik dan bermanfaat, sehingga menjadi perhatian luas di masyarakat. Hasil survei menunjukkan 80 persen masyarakat puas terhadap Program MBG. Program ini dicintai dan ditunggu,” ujarnya.


Nanik menegaskan bahwa pada tahun 2026 peran mitra akan semakin diperkuat, khususnya dalam penggunaan bahan baku lokal. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan hasil olahan lokal, bukan bahan pabrikan, guna menghidupkan usaha rakyat dan memberdayakan UMKM di sekitar SPPG.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman, peningkatan kapasitas, serta penguatan koordinasi lintas sektor demi penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis yang profesional, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, guna mewujudkan generasi sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

(Ramsratdiskominfo)