MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sampai di tingkat kecamatan. Usai merampungkan agenda serupa di tingkat kelurahan, usulan masyarakat untuk program pembangunan di 2027 itu semakin dikerucutkan. Seperti yang terlihat saat Musrenbang Kecamatan Taman, Kamis (52). Setidaknya tercatat sebanyak 54 usulan fisik dan 52 usulan nonfisik yang masuk pembahasan. Salah satu rencana strategis yang mencuat adalah pengembangan potensi kawasan religi. Bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Taman, kegiatan dipimpin langsung Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.
‘’Usulan akan terus kami terima. Namun harus fokus pada kebutuhan riil masyarakat sekitar agar dampaknya benar-benar terasa,’’ kata Plt Wali Kota.
Dalam arahannya, Plt Wali Kota Madiun juga menekankan pentingnya penyusunan program pembangunan berdasar skala prioritas. Menurutnya, usulan yang masuk tidak hanya sekadar keinginan. Tetapi harus menjawab kebutuhan mendasar lingkungan sekitar.
Tak heran, fokus utama dalam pertemuan ini adalah membedah usulan masyarakat yang telah masuk. Plt wali kota menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi warga. Namun dengan catatan setiap usulan harus memiliki asas manfaat yang nyata. Berbagai usulan pun mengemuka. Salah satunya, pembangunan kawasan wisata religi di Kelurahan Kuncen dan Taman.
‘’Salah satunya, kawasan masjid kuno di sekitar Kelurahan Kuncen hingga Kelurahan Taman yang rencananya akan dijadikan sebagai destinasi wisata religi,’’ tambahnya.
Setelah melalui tahapan di tingkat kecamatan ini, ratusan usulan tersebut masih akan disaring kembali di Musrenbang tingkat kota. Proses filterisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan usulan fisik dan nonfisik dengan visi besar pembangunan daerah.
Dengan sinkronisasi antara usulan warga dan program pemerintah, diharapkan mengemuka program kerja yang benar-benar berdasar skala prioritas. (bipimagidiskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun