MADIUN – Penerapan digitalisasi pemerintahan di Kota Madiun kembali menarik perhatian daerah lain. Terbaru ada Ketua DPRD bersama Komisi A DPRD Kota Semarang yang datang berkunjung ke Kota Pendekar terkait hal tersebut. Rombongan berjumlah 20 orang itu diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Noor Aflah di GCIO, Rabu (42).
Berbagai hal mengemuka dalam pertemuan tersebut. Seperti penggunaan aplikasi untuk berbagai pelayanan, penerapan CCTV, hingga perda terkait smart city. Di Kota Madiun penerapan ketiganya memang sudah berjalan. Bahkan, terus dievaluasi hingga memunculkan layanan lain yang lebih mudah untuk diakses masyarakat. Seperti layanan Awak Sigap (Anda WA Kami Segera Tanggap).
Dari sejumlah pembahasan, layanan Awak Sigap memang cukup menarik perhatian. Banyak pertanyaan muncul terkait layanan aduan dan laporan melalui WA di Kota Madiun itu. Mulai soal anggaran hingga keamanannya. Layanan Awak Sigap memang terbukti diminati masyarakat. Terbukti dari jumlah pemanfaatan layanan tersebut yang melonjak dratis dibanding dengan layanan berbasis aplikasi maupun call center 112.
‘’Banyak sekali oleh-oleh yang didapat. Semoga dari diskusi, sharing, dan tukar pengalaman dari masing-masing bidang tadi bisa bermanfaat bagi Kota Semarang dan Kota Madiun khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,’’ kata Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Noor Aflah menyebut Kota Madiun sejatinya juga banyak belajar dari Kota Semarang. Tak terkecuali terkait smart city. Kota Madiun pernah berkunjung ke kota lumpia itu pada 2017 lalu dan 2022 silam. Tak heran, pertemuan tersebut lebih menjadi sharing antara Kota Madiun dan Kota Semarang.
‘’Terima kasih atas kunjungan dan ilmunya terus terang selama ini kami banyak sekali belajar dari semarang. Bagaimanapun Semarang lebih besar dari Kota Madiun. Kami banyak meniru dari sana,’’ ujarnya. (rams/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun