MADIUN – Upaya memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi kerakyatan terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, saat memimpin Rapat Koordinasi Kelembagaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Gedung GCIO, Jumat (19/12).
Rapat koordinasi ini digelar sebagai upaya menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang pembangunan ekonomi ke depan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim satgas KKMP, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Wali Kota Madiun Dr. Maidi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan pembentukan dan penguatan 27 KKMP di Kota Madiun. Hingga saat ini, dari total 27 koperasi yang direncanakan, sebanyak 14 KKMP telah beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah Januari nanti kita akan pola baru, 27 KKMP harus selesai. Kalau ada kekurangan modal, itu akan kita cocokkan. Kita punya bank daerah, simpan pinjam juga ada, tapi semua harus kita rapatkan lagi. Jangan sampai ada modal tapi justru menimbulkan masalah,” tegas Dr. Maidi.
Lebih lanjut, Dr. Maidi menyampaikan bahwa keberadaan KKMP memiliki peran strategis dalam menekan inflasi daerah sekaligus membuka lapangan kerja. Menurutnya, koperasi yang berjalan aktif akan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Koperasi Merah Putih tahun 2026 harus jalan semua. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menekan inflasi dan memperkaryakan banyak orang. Kebutuhan pokok sekarang harus tersedia dimana-mana. Ke depan, KKMP juga akan kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, melayani ASN, PPPK, hingga para pelaku usaha,” jelasnya.
Namun demikian, Dr. Maidi menekankan bahwa penguatan permodalan koperasi harus diimbangi dengan manajemen yang sehat dan profesional agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Serta perlunya koordinasi lanjutan dengan mitra strategis seperti Bulog, Pertamina, Rajawali Nusindo, dan OPD terkait guna memperkuat peran KKMP sebagai pengendalian inflasi dan penopang stabilitas ekonomi Kota Madiun.
“Sebenarnya KKMP itu tidak ada kendala. Saya bisa saja memberi modal besar, tapi tanpa manajemen yang baik, modal bisa habis. Kalau ada omzet kurang tapi permintaan barang tinggi, itu baru kita bantu modal. Tapi kalau belum jual sudah pegang uang dan omzet tidak jelas, itu berbahaya. Saya tidak ingin senang di depan tapi bermasalah di belakang,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Madiun optimistis KKMP dapat tumbuh menjadi koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
(Bip/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun