MADIUN – Wali Kota Madiun memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di empat kelurahan, Jumat (5/12). Dalam forum tersebut, wali kota menegaskan bahwa setiap kelurahan harus menyampaikan usulan secara optimal, terukur, dan bertanggung jawab.
Ia juga kembali menekankan bahwa penanganan sampah harus tuntas dari kelurahan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota bersih dan mendukung program zero waste.
“Silakan usulkan yang dibutuhkan, tetapi harus realistis, bertanggung jawab, dan mendukung prioritas kota. Terutama soal sampah, ini harus selesai dari kelurahan,” ujarnya.
Di Kelurahan Klegen, warga mengajukan usulan pembangunan yang mencakup peningkatan infrastruktur lingkungan, akses jalan, serta penataan saluran. Sejumlah kebutuhan sosial dan pemberdayaan masyarakat juga disampaikan, termasuk penguatan sarana persampahan. Klegen turut menawarkan inovasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan aset kelurahan, seperti pengolahan sampah organik dan rencana budidaya maggot.
Musrenbang di Kelurahan Sukosari diawali dengan peninjauan Wakil Wali Kota terhadap produk unggulan warga, salah satunya pupuk kompos yang menjadi contoh partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Usulan warga berfokus pada peningkatan infrastruktur, pengembangan lingkungan, serta dukungan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, di Kelurahan Pilangbango, pembahasan mengerucut pada perbaikan fasilitas umum, penguatan layanan masyarakat, serta upaya pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Warga menekankan kebutuhan sarana pendukung agar pengolahan sampah dapat berjalan lebih efektif di tingkat kelurahan.
Kelurahan Nambangan Lor menjadi lokasi terakhir musrenbang pada hari ini, dengan mengajukan sejumlah usulan. Yakni menitikberatkan pada peningkatan kualitas permukiman, perbaikan akses jalan, penguatan kegiatan pemberdayaan, serta penanganan sampah yang lebih terstruktur.
Wali kota berharap rangkaian Musrenbang ini mampu menghasilkan perencanaan yang selaras antara kebutuhan warga dan arah pembangunan pemerintah kota.
“Usulan itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana kita ikut bertanggung jawab menjalankannya. Kalau sampah bisa kita selesaikan dari kelurahan, kota ini akan jauh lebih tertata,” pungkasnya.
(Bip/rams/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun