KOTA MADIUN – Tim Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengaku terpukau setelah melakukan kunjungan kerja ke Kota Madiun, Kamis (27/11). Kunjungan tersebut bertujuan menguji keterbacaan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif periode 2025–2029.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST, MIDS, menyampaikan bahwa Kota Madiun justru menunjukkan capaian melampaui ekspektasi pemerintah pusat.
“Kami datang untuk menguji keterbacaan RAN PAUD Holistik Integratif yang sedang kami siapkan. RAN 2020–2024 sudah berakhir dan kami menyusun untuk periode 2025–2029. Tujuannya memastikan rencana itu benar-benar bisa diterapkan di daerah, salah satunya dengan melihat contoh Kota Madiun,” ujar Woro.
Namun, ia mengaku terkejut dengan temuan di lapangan. “Ternyata Kota Madiun sudah jauh lebih maju dari yang kami perkirakan. Apa yang dilakukan di sini sudah menunjukkan pelaksanaan PAUD yang benar-benar holistik dan integratif,” ungkapnya.
Menurut Woro, pola kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Madiun berjalan sangat baik dan didukung penuh lembaga terkait, termasuk TP PKK. Ia menilai hal tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen pimpinan daerah.Ia juga menyoroti bagaimana program-program di Kota Madiun terkoneksi dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
“Apa yang dikerjakan Kota Madiun langsung mengarah pada pengembangan PAUD holistik integratif. Kami justru banyak belajar mengenai tata kelola dan bagaimana kerja sama lintas OPD bisa berjalan efektif,” lanjut Woro.
Woro mengaku senang dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Madiun, Sekda, Kepala Bappeda, hingga TP PKK dalam kunjungan tersebut. “Saya sangat senang datang ke Kota Madiun. Penjelasan dari pimpinan daerah sangat memperkaya penyusunan RAN yang sedang kami finalisasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, turut mengenalkan perjalanan pembangunan kota yang kini dinilai semakin maju. “Kota ini dulu kotor, dulu disingkiri, sekarang disinggahi. Dengan pertumbuhan seperti ini, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan SDGs di Kota Madiun sudah menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama. “Mulai dari remaja putri, ibu hamil, anak sampai sanitasi lingkungan, semuanya kita tangani. Kota Madiun selalu siap. Ada inovasi baru, kita cepat adaptasi. Terima kasih atas kehadiran panjenengan,” pungkasnya.
(Rams/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun