Opening Ceremony Pushbike 2025, Wali Kota Madiun Apresiasi Keikutsertaan Peserta

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 22 Nov 2025

Opening Ceremony Pushbike 2025, Wali Kota Madiun Apresiasi Keikutsertaan Peserta

MADIUN – Opening Ceremony Pushbike 2025 dibuka Wali Kota Madiun Dr. Maidi, Sabtu pagi (22/11). Digelar di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Bahkan, jumlahnya membeludak dari kuota peserta yang tersedia. 


Menanggapi antusias peserta, wali kota menyampaikan apresiasi. Dia menilai besarnya keikutsertaan peserta, khususnya anak-anak, menunjukkan minat olahraga cukup tinggi. Tak hanya itu, tingkat kunjungan warga luar kota juga mendongkrak perekonomian Kota Madiun.


‘’Saya ucapkan terima kasih kepada peserta. Ketika okupansi hotel penuh dan aktivitas ekonomi meningkat, event pushbike juga menjadi daya tarik wisata di Kota Madiun,’’ ungkapnya.


Menurut Dr. Maidi, pemkot membuka pintu lebar bagi seluruh pihak membuat event skala besar di Kota Madiun. Termasuk di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun yang dijadikan pusat penyelenggaraan event di kota ini.


‘’Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun ini kita kembangkan sebagai pusat kegiatan nasional. Setiap bulan akan ada event. Semua diarahkan bertaraf nasional agar kota ini selalu hidup, ramai, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,’’ jelasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pushbike 2025 Afid Anggara tak menampik membeludaknya keikutsertaan peserta. Dari kuota 400 peserta, pendaftar justru tembus sampai 465 orang. Tak hanya dari Kota Madiun, peserta juga berasal dari Banyuwangi, Malang, Kediri, Yogyakarta, Klaten, dan Semarang. Bahkan, sebagian peserta juga berasal dari Sumatera, Kalimantan, dan Bali.


‘’Antusiasnya peserta benar-benar di luar perkiraan kami. Ke depan, pushbike tingkat nasional sangat memungkinkan menjadi agenda tahunan. Kami berharap Kota Madiun kembali dipercaya menjadi tuan rumah,’’ ujarnya.


Usai seremonial pembukaan event, perlombaan pushbike dimulai. Baik dari kategori usia 2 tahun hingga 8 tahun. Mereka berebut jadi yang terbaik dalam olahraga bersepeda tanpa pedal bagi anak-anak ini.


(bip/im/ggi/diskominfo)

  • Bagikan: