MADIUN - Masalah gizi balita masih menjadi perhatian serius Pemkot Madiun. Hal itu disampaikan dalam Workshop Penanganan Masalah Gizi Balita di Wisma Haji Kota Madiun, Rabu (5/11). Dalam diskusi, Wali Kota Madiun Dr. Maidi menekankan pentingnya program pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.
‘’Masyarakat Kota Madiun tidak boleh kekurangan gizi. Kebutuhan balita kita cukupi,’’ kata wali kota.
Menurut Dr. Maidi, permasalahan gizi balita memiliki dampak serius terhadap anak. Mulai gangguan pertumbuhan seperti stunting, menurunnya daya tahan tubuh, hingga gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kecerdasan dan prestasi belajar.
Menyikapi kondisi itu, Dr. Maidi menekankan pentingnya program pemenuhan gizi. Tidak hanya balita, tapi juga mencakup ibu hamil dan menyusui. ‘’Upaya pemenuhan kebutuhan gizi sudah kami lakukan dengan berbagai program. Ini yang harus kita pertahankan dan tingkatkan,’’ jelasnya.
Selain pemenuhan gizi, Dr. Maidi meminta dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) melakukan deteksi dan cegah dini terhadap masalah gizi. Salah satunya, melakukan pendampingan kesehatan calon pengantin.
‘’Sebelum menikah, menikah, hamil, hingga melahirkan harus dipantau kesehatannya. Kami intervensi jangan sampai melahirkan anak stunting,’’ pungkasnya.
(dspp/ggi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun