MADIUN – Angka kehamilan remaja menjadi perhatian serius Pemkot Madiun. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Puskesmas Demangan pada Kamis (30/10), butuh kolaborasi bersama dalam mencegah persoalan sosial tersebut.
Dalam arahannya, Wali Kota Madiun Dr. Maidi menyebut pembinaan serta edukasi bagi remaja perlu dilakukan. Khususnya remaja putri. Orang tua, guru, dinas terkait punya tanggung jawab yang sama dalam mencegah kehamilan remaja.
‘’Itu harus kita cegah karena belum waktunya. Anak-anak muda harus dibina sejak dini melalui pembinaan kesehatan dan pendidikan yang berkelanjutan,’’ tutur wali kota.
Dia mewanti-wanti pelajar untuk pandai memilah dan memilih pergaulan. Sebab, pergaulan yang salah berisiko merampas masa depan.
‘’Nikah dini itu tidak enak. Ibarat layu sebelum berkembang. Remaja hamil berisiko tinggi melahirkan anak stunting,’’ ujarnya.
Guna menindaklanjuti hasil FGD, Pemkot Madiun membentuk tim dari bidang kesehatan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan ke sekolah-sekolah serta kelompok remaja. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini dan kehamilan remaja di Kota Madiun.
(bip/im/ggi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun