MADIUN – Pemerintah Kota Madiun merespon cepat arahan presiden terkait kondisi darurat Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagai langkah konkret, Pemkot terus gencar melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Pemkot berencana mendatangkan mesin incinerator untuk pengelolaan sampah ke depannya.
Sosialisasi terbaru digelar di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Majend Sungkono dan TPS Kresna, Rabu (24/9). Wali Kota Madiun Dr. Maidi hadir langsung sebagai narasumber. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di TPS Nusa Penida dan TPS Kartika Manis. Tujuannya, memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar TPS tentang pentingnya pemilahan sampah sekaligus manfaat penggunaan mesin incinerator.
‘’Target kita masyarakat mengetahui gunanya mesin dan cara memilah sampah. Sehingga sampah itu memiliki harga ekonomis semuanya,” kata Wali Kota Madiun.
Kota Madiun sendiri menargetkan zero sampah pada 2027. Nantinya, sampah rumah tangga diharapkan dapat selesai diolah di tingkat TPS saja. Karena itu, Pemkot bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat maupun pegawai di TPS mengenai pemanfaatan mesin incinerator yang akan datang.
‘’Targetnya mesin ini siap digunakan dalam dua bulan lagi,’’ harapnya.
Namun, wali kota menegaskan keberhasilan program membutuhkan peran serta semua pihak. Salah satunya melalui dukungan masyarakat untuk menerapkan sistem kantong kresek tiga warna. Yakni, hijau untuk sampah makanan, daun, dan ranting, kuning untuk sampah anorganik, serta merah untuk sampah B3. Sistem ini juga mencakup pengelolaan sampah rumah tangga hingga sampah laundry.
‘’Keberhasilan program ini akan menjadikan sampah bersih, tidak ada sampah lagi di Kota Madiun,” pungkasnya.
(bip/im/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun